Jokowi Seakan Masih Jadi Penguasa Bayangi Prabowo, Adian Ramal Nasib Gibran

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dinilai masih terasa meski hampir dua tahun setelah dirinya meninggalkan kursi kepresidenan. Pemerhati sosial dan politik Adian Radiatus menilai aktivitas politik Jokowi melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan adanya upaya mempertahankan pengaruh di panggung politik nasional.
“Dengan memanfaatkan PSI, Jokowi berperilaku seakan masih menjadi pemimpin di negeri ini,” kata Adian, dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Adian, aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan persepsi mengenai posisi Presiden Prabowo Subianto dalam pemerintahan saat ini.
Ia menilai, jika pengaruh politik Jokowi masih terlihat dominan, kondisi itu dapat memunculkan kesan bahwa kepemimpinan Prabowo tidak sepenuhnya menjadi pusat kekuasaan politik.
Namun, penilaian tersebut merupakan pandangan Adian dan tidak secara otomatis menggambarkan hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo. Sejauh ini, dinamika keduanya juga dipengaruhi oleh perkembangan politik nasional dan konfigurasi partai pendukung pemerintah.
Adian juga menyinggung keberadaan sejumlah figur yang memiliki kedekatan dengan Jokowi dan kini berada dalam posisi strategis pemerintahan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang menjabat sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Prabowo.
Keberadaan Gibran di pemerintahan, menurut Adian, menjadi salah satu faktor yang membuat pengaruh politik keluarga Jokowi masih menjadi bahan pembicaraan di tengah dinamika pemerintahan Prabowo.
Selain persoalan relasi politik, Adian menyoroti perubahan posisi Gibran dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026.
Dalam sidang tersebut, Gibran disebut tidak lagi duduk berdampingan dengan Prabowo seperti dalam sejumlah sidang kabinet sebelumnya. Posisi Gibran berada sejajar dengan jajaran menteri kabinet.
“Sudah tepat Gibran tidak duduk berdampingan di samping Presiden Prabowo Subianto seperti sidang-sidang sebelumnya,” ujar Adian.
Perubahan posisi tempat duduk dalam forum resmi kenegaraan itu kemudian menjadi bagian dari pembicaraan mengenai simbol dan tata hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden.
Bagi Adian, penempatan tersebut dianggap lebih mencerminkan struktur pemerintahan yang menempatkan Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan dan Wakil Presiden sebagai pendamping Presiden.
Meski demikian, posisi tempat duduk dalam sebuah sidang kabinet tidak dengan sendirinya dapat dijadikan ukuran untuk menyimpulkan perubahan hubungan politik antara Prabowo dan Gibran.
Source link
