News

Rumail Abbas: Pernyataan Kepala BGN Sekolah Rusak Sebelum Prabowo Presiden Tuduhan untuk Pemerintah Masa Lalu




PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Peneliti Budaya, Rumail Abbas menanggapi pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono terkait sekolah rusak sebelum pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.  

Rumail menilai pernyataan tersebut tudingan terhadap pemerintahan sebelumnya. Mulai dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden ke-7 Jokowi.

“Dan apa yang disampaikan Sudaryono ini tuduhan untuk pemerintah di masa lalu (mungkin sejak SBY hingga Jokowi) seolah-olah tidak memperbaiki sekolah,” kata Rumail dikutip dari unggahannya di X, Sabtu (1/8/2026).

Tidak hanya itu, pernyataan Sudaryono disebutnya sebagai pengakuan, adanya hubungan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan perbaikan sekolah. Rumail juga melampirkan foto sekolah di Jawa Tengah yang sempat viral.

“Kemudian, Sudaryono (secara tidak sadar) mengakui bahwa gara-gara MBG akhirnya perbaikan sekolah diundur. Demi menjalankan MBG, sekolah rusak seperti di gambar ini memang harus ditunda-tunda dulu,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, sebelum Sudaryono, Kepala BGN punya persoalan masing-masing. Sudaryono sendiri dinilainya provokatif.

“Kepala BGN pertama korup. Kepala yang kedua makin kaya dan punya mobil yang banyak, dan tiba-tiba mengundurkan diri karena sakit. Kepala yang ketiga tidak hanya konyol, tapi provokatif,” ungkapnya.

Menurutnya, justru karena kerusakan sekolah sudah lama diketahui, pertanyaan tentang prioritas anggaran menjadi semakin sah. 

Persoalannya bukan apakah MBG yang menyebabkan sekolah rusak. 

“Persoalannya adalah: ketika negara mengetahui ada kebutuhan dasar yang sudah lama mendesak dan belum diselesaikan, mengapa negara mengambil komitmen belanja baru yang sangat besar sebelum memastikan kebutuhan lama itu tertangani secara memadai?” ujarnya.

Rumail memberi perumpamaan. Seperti rumah yang ada sejumlah kerusakan di dalamnya.

“Ibarat punya rumah yang atapnya bocor, plafonnya hampir runtuh, dan kamar anak tidak layak dipakai. Lalu ketika mendapat tambahan uang, Anda memilih mengambil komitmen pengeluaran baru yang besar setiap bulan,” imbuhnya.

Tapi ketika ditanya mengapa rumah belum diperbaiki, Sudaryono, menurutnya seolah menjawab, “Lho, rumah ini kan sudah rusak sebelum pengeluaran baru itu ada.”

“Selain bermasalah, jelas ini tidak menjawab persoalan,” terangnya.

“Dan justru karena rumahnya sudah lama rusak, keputusan mengambil pengeluaran besar baru itulah yang patut dipertanyakan,” sambung Rumail.

Pernyataan Sudaryono

Pernyataan Sudaryono diiungkapkan menanggapi rusaknya sekolah di Grobogan, Jawa Tengah. Sekolah itu belakangan jadi buah bibir.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *