Pengganti Purbaya Ternyata Dosennya saat Kuliah, Tere Liye Kritik Budaya Puji Pejabat: Mereka Itu Kita yang Gaji

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Penulis kondang Tanah Air, Tere Liye, kembali melontarkan kritik pedas terhadap kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang dinilainya terlalu lebay dan berlebihan dalam memuji pejabat publik yang baru dilantik maupun yang sedang menjabat. Menurutnya, mengkritik serta mengawasi kinerja para pejabat adalah hak sekaligus kewajiban rakyat, bukan malah sibuk sanjung-menyanjung.
Melalui unggahan di media sosial resminya, penulis belasan novel bestseller tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah menghabiskan waktu hanya untuk memuji pejabat mana pun. Bahkan, hal itu tetap berlaku meskipun pejabat tersebut merupakan mantan dosen atau sosok yang pernah ia kenal secara personal di bangku kuliah.
Hal itu disampaikan pria bernama asli Darwis ini terkait digantinya Purbaya dengan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru. Suahasil sendiri merupakan dosen Tere Liye saat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Tere Liye mengungkapkan pengalamannya saat masih duduk di bangku perkuliahan, di mana beberapa figur yang pernah dan kini menduduki posisi menteri di kabinet merupakan pengajarnya langsung. Namun, ikatan akademis tersebut tidak membuat dirinya sungkan atau berbalik menjadi pemuja kekuasaan.
“Kalau mau terus terang, saya lah orang pertama yang akan memuji-muji Menkeu baru ini. Kenapa? Lah, saya ini mahasiswanya dulu. Tapi sorry banget, saya tidak akan menghabiskan waktu memuji pejabat mana pun,” tegas Tere Liye dikutip fajar.co.id pada Rabu (16/9/2026).
Ia juga menyinggung mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga pernah menjadi dosennya. Tere Liye mengingat bagaimana ia duduk di kelas, mencatat, dan belajar ekonomi langsung darinya. Kendati demikian, selama Sri Mulyani menjabat sebagai menteri, ia mengaku enggan memberikan pujian berlebihan.
Bahkan ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan pajak yang mempermudah para penulis menggunakan Normal Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN), Tere Liye memilih bersikap biasa saja tanpa perlu memberikan sanjungan setinggi langit.
“Ngapain saya harus memujinya? Itu tuh kewajibannya! Saya cukup bilang terima kasih, selesai. Buat apa sih kita lebay sekali belain, memuji-muji, sok yakin sekali orang-orang ini bakal jadi pejabat terbaik?” lanjutnya.
Pejabat Digaji Rakyat untuk Bekerja
Lebih lanjut, Tere Liye mengingatkan esensi utama dari keberadaan pejabat publik di pemerintahan. Para pejabat, kata dia, dibayar menggunakan uang rakyat yang bersumber dari pajak. Karena itu, sudah menjadi tugas serta kewajiban mutlak bagi mereka untuk bekerja dengan baik dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
Source link
