News

Berseberangan dengan UEFA dan AFC, Ini Alasan PSSI Dukung FIFA Jual Saham Piala Dunia



Fajar.co.id, Jakarta — Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Presiden FIFA Gianni Infantino membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE).

Berbeda dengan sikap UEFA, CONCACAF, dan AFC yang menolak, PSSI justru mendukung inisiatif badan sepak bola dunia itu.

FFE adalah anak perusahaan baru yang rencananya dibentuk FIFA untuk mengelola hak siar, sponsor, tiket, dan lisensi kompetisi FIFA termasuk Piala Dunia. Lewat perusahaan ini, FIFA juga berencana menjual sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta.

Proposal tersebut menuai kecaman. UEFA dan CONCACAF bahkan mengancam akan memboikot Piala Dunia. Teranyar, AFC juga menegaskan sikap senada.

Namun Erick memiliki pandangan berbeda.

“Berkat FIFA, Indonesia Selamat dari Sanksi 8 Tahun”

Erick menyebut kemajuan sepak bola nasional tidak lepas dari kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan FIFA. Ia meminta Indonesia berterima kasih karena FIFA dinilai berjasa besar menjaga keberlangsungan sepak bola nasional di masa sulit.

“Gini konteksnya. Sepak bola kita hari ini bisa meraih banyak prestasi karena masyarakat, pemerintah, dan FIFA hadir bersama-sama. Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA,” kata Erick di Kantor Kemenpora, Jumat (31/7/2026).

Ia mencontohkan tragedi Kanjuruhan. Menurut Erick, jika saat itu tidak ada kesepahaman dengan FIFA, Indonesia berpotensi disanksi hingga 8 tahun.

“Kalau waktu itu masyarakat, pemerintah, dan FIFA tidak bersepakat, tidak akan ada tim nasional seperti hari ini karena kita bisa disanksi selama delapan tahun. Kami menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan bantuan menghadapi situasi tersebut,” ujarnya.

Tolak Dijadikan Pasar, Minta FIFA Hadir Langsung

Erick yang saat itu belum menjabat Ketum PSSI mengaku meminta dukungan nyata, bukan sekadar dijadikan pasar komersial.

“Apalagi Indonesia merupakan negara sepak bola, dengan sekitar 73 persen masyarakat menyukai sepak bola. Kalau bicara jumlah, bahkan lebih besar daripada Brasil,” terangnya.

Ia juga menyorot kekuatan pasar digital Indonesia. “Kalau dilihat dari media sosial, hampir semua klub besar dunia memiliki pengikut terbanyak dari Indonesia, baik di TikTok, Instagram, maupun YouTube. Artinya, jangan sampai Indonesia hanya dijadikan pasar. Karena itulah kami meminta FIFA hadir di Indonesia. Terbukti sekarang sudah ada kantor FIFA di Indonesia,” tambah Erick.

FIFA Investasi 1-2 Juta Dolar AS Per Tahun

Erick mengapresiasi keseriusan FIFA membantu pengembangan sepak bola Indonesia. Selain membuka kantor di Jakarta, FIFA juga mengucurkan investasi untuk 13-15 program setiap tahun.

“FIFA juga berinvestasi melalui sekitar 13 hingga 15 kegiatan setiap tahun dengan dana sekitar 1 sampai 2 juta dolar AS yang langsung mereka salurkan, bukan melalui kami. FIFA serius membangun sepak bola Indonesia dan kawasan Asia Tenggara serta Oseania,” paparnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *