Kakek Bejat Diduga Lecehkan 32 Murid SD, Ternyata Sasar Korban Laki-laki Juga

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Shelter Warga dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Fony Hataul (48), yang mendampingi sejumlah orang tua sejumlah korban pelecehan kakek 60 tahun mengungkap fakta mencengangkan.
Dikatakan Fony, 32 murid Sekolah Dasar (SD) yang diduga menjadi korban ternyata tidak hanya anak perempuan.
“Korbannya perempuan dan laki-laki. (Modusnya) Hampir sama,” ujar Fony saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Senin (20/7/2026).
Lanjut dia, kakek berinisial MD itu tidak memandang usia saat melakukan aksi tidak senonohnya.
“Kisaran usia korban itu dari kelas 1 sampai kelas 6 SD, ada yang sudah tamat mungkin,” sebutnya.
Fony mengungkapkan, MD yang berjualan tidak jauh dari sekolah para korban itu sejatinya telah berkeluarga dan memiliki anak.
“Baku dekat (Jarak sekolah dan warung). Sekolah sini, ini warung sini,” ucap Fony sembari menggambarkan suasana.
Saat ditanya mengenai kondisi para korban, Fony mengatakan bahwa pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) telah melakukan pendampingan.
“Pendampingannya kita. Kita sementara setelah dari sini, ada konseling dari pihak UPTD. Hampir semua trauma, anak-anak kan,” terangnya.
Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Terpisah, Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, menegaskan bahwa pihaknya telah meringkus terduga pelaku.
“Jadi saat ini pelaku yang diduga pelaku sudah diamankan oleh Unit PPA Polrestabes Makassar,” ucap Wahid di kantornya, Senin petang.
Diungkapkan Wahid, sapaannya, terduga pelaku yang telah menjalani proses pemeriksaan intensif telah diubah statusnya menjadi tersangka.
“Saat ini sudah dalam proses pemeriksaan dan telah dijadikan tersangka,” terangnya.
Mengenai kabar korban berjumlah sekitar 32 murid, Wahid menekankan bahwa Polrestabes Makassar menunggu jika masih ada yang ingin membuat laporan.
“Kami masih menunggu adanya korban lain. Kami masih mendalami soal 32 korban, apakah betul, nanti diinterogasi kembali,” kuncinya. (Muhsin/fajar)
Source link
