Tunggu Respon Wapres Gibran Soal Desakan Mundur, Ustaz Sobri Lubis Sebut sudah Siap Bergerak

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal tidak adanya bukti ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundang dan jadi bahas perbincangan hangat.
Terbaru, ada Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Ustaz Sobri Lubis yang memberikan komentarnya soal putusan ini.
Sebelumnya, setelah sidang di Mahkamah Konstitusi, putusan yang dikeluarkan memang jadi terkait gugatan ini memang jadi pembahasan di masyarakat.
Mengingat dalam putusan itu, Majelis Hakim MK membacakan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 01/PHPU.PRES-XXIV/2026
Ini berkaitan dengan gugatan mengenai ijazah Gibran yang dimohonkan oleh Denny Indrayana dan kawan-kawan
MK kemudian memutuskan tidak menerima permohonan Denny Indrayana cs dalam gugatan tersebut.
“Mengadili, dalam eksepsi, satu, mengabulkan eksepsi termohon sepanjang berkenaan dengan kedudukan hukum. Dua, menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk selain dan selebihnya,” ujar Hakim Konstitusi Suhartoyo ketika membacakan putusan.
“Dalam pokok permohonan, menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima.”
Meski gugatan tidak dapat diterima, MK tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah setara sekolah menengah atas (SMA)/sederajat.
“Dalam persidangan, Mahkamah tidak menemukan atau mendapatkan bukti yang meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma di luar negeri yang dapat dijadikan dasar untuk disetarakan dengan berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas,” ujar Hakim Konstitusi Adies Kadir dalam sidang.
Respon Ustaz Sobri Lubis
Ustaz Sobri Lubis di Channal YouTube Refly Harun, secara khusus menyorot sikap rakyat usai putusan ini. Dimana, banyak yang sudah meminta Gibran untuk mundur.
Sampai saat ini respon dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru soal permintaan mundur itu. Ketika tidak ada respon menurutnya pemakzulan adalah jalan yang bisa diambil.
“Kita sudah lihat nih bagaimana arus suara rakyat Indonesia yang meminta Gibran untuk mundur. Kita lihat direspon atau tidak direspon,” kata Ketum PA 212 itu.
“Kalau tidak direspon sudah selayaknya, bangsa Indonesia, masyarakat akan memakzulkan Gibran,” tambahnya.
Saat ini, pihaknya disebut sudah melakukan pergerakan mulai dari konsolidasi-konsolidasi menyikapi isu ini.
“Kita tentu akan melakukan juga konsolidasi-konsolidasi kita sudah laksanakan,” ungkapnya.
Dan ke depannya jika Wapres Gibran disebut tidak mengambil langkah untuk mundur. Maka pihaknya akan mengambil langkah bersatu dengan rakyat untuk mengambil langkah pemakzulan.
Source link
