News

Keluarga Ahmad Bahar Desak Hukum Tidak Tumpul terhadap Kasus Hercules: Jangan Ada Tebang Pilih



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik hukum yang melibatkan Ketua Umum Grib Jaya, Hercules Rosario Marshal, kembali menyita perhatian.

Keluarga Ahmad Bahar melalui juru bicaranya, Heru Subagia, menegaskan harapan agar proses hukum terhadap Hercules tetap berjalan meskipun tengah ramai isu-isu besar lain yang melibatkan pejabat publik.

Mereka meminta polisi bertindak tegas menindaklanjuti pemanggilan yang mangkir.

Heru blak-blakan bicara mengenai sikap Hercules yang tidak memenuhi panggilan Polda Metro Jaya.

Ia mendorong aparat penegak hukum untuk mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku, termasuk jika diperlukan tindakan paksa.

“Mas Ahmad Bahar mengharapkan bahwa tindakan-tindakan dan langkah hukum harus dijalankan polisi setidaknya memaksa sesuai dengan aturan-aturan berlaku. Apakah harus dihadirkan dengan cara dipaksa dan atau seperti apa,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Minggu (19/7/2026).

Hukum Tidak Boleh Tumpul di Tengah Isu Besar Lain

Heru juga khawatir bahwa proses hukum terhadap Hercules justru terabaikan di tengah ramainya pemberitaan tentang dugaan korupsi yang melibatkan Febrie Ardiansyah serta kasus proyek MBG dan Kopdes Merah Putih.

Ia menegaskan bahwa perkara Hercules dan Ilma Sani tidak boleh dikubur atau diabaikan.

“Artinya menegaskan kembali bahwa hukum harus ditegakkan dan tidak tebang pilih. Apakah Ilma Sani dianggapnya sebagai orang biasa atau masyarakat biasa ataukah dibandingkan dengan isu besar seperti Febrie Ardiansyah dan mungkin juga pejabat yang akan terlibat nilainya di mata hukum, menurut Prabowo tidak tebang pilih atau pandang bulu,” tambah Heru.

Heru juga mengingatkan bahwa kasus yang melibatkan Hercules dan Ilma Sani bukan sekadar perkara hukum biasa.

Ia menyebut kasus ini menyangkut harkat dan martabat perempuan. Karena itu, keluarga Ahmad Bahar berharap ada perhatian khusus dari para pemimpin perempuan di negeri ini.

“Karenanya keluarga Mas Ahmad Bahar menginginkan perhatian secara khusus, terutamanya para wakil rakyat dalam hal ini Puan Maharani selaku Ketua DPR-RI dan juga Megawati selaku Ketua PDIP,” imbuhnya.

Heru menilai Puan Maharani dan Megawati merupakan figur yang merepresentasikan perempuan Indonesia.

“Mereka lah merepresentasikan perempuan dan tentunya Hercules dan dugaan pelanggaran terhadap Ilma Sani ini menjadi lokus bagi isu-isu yang berhubungan dengan perlindungan hak-hak perempuan,” tandasnya.

Ia berharap keduanya serta tokoh-tokoh lain di DPR dan organisasi masyarakat turut menyuarakan bahkan membela dan mendampingi kasus yang sedang bergulir antara Ilma Sani dan Hercules.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *