Teddy Gusnaidi Tantang Pengkritik KDMP: Program Belum Dimulai Kok Sudah Divonis Gagal?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto terus menuai perdebatan.
Di tengah berbagai kritik yang bermunculan, Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, memberikan pembelaan terhadap program tersebut.
Teddy mengatakan banyak kritik yang diarahkan kepada KDMP lahir dari kekhawatiran yang belum tentu terbukti.
Baginya, sejumlah anggapan yang berkembang perlu dilihat secara logis agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dana Tetap Berputar di Desa
Teddy menegaskan bahwa KDMP memang dirancang untuk memperkuat perekonomian desa, bukan wilayah perkotaan.
“Program KDMP tetap untuk desa, bukan untuk kota. Jadi, apa yang dipermasalahkan?” ujar Teddy, dikutip fajar.co.id, Jumat (17/7/2026).
Ia kemudian menguraikan tiga isu yang paling sering disorot para pengkritik program tersebut.
“Ada tiga hal yang sering dipermasalahkan kritikus terkait Koperasi Desa Merah Putih (KDMP),” katanya.
Menurut Teddy, salah satu kritik yang paling sering muncul adalah anggapan bahwa KDMP mengurangi Dana Desa sehingga mengganggu program yang telah berjalan.
Ia menepis anggapan tersebut dengan menyebut mekanisme yang dilakukan pemerintah merupakan pengalihan pembiayaan, bukan pengurangan yang merugikan desa.
“Pertama, ini bukan pemotongan yang merugikan, melainkan pengalihan pembiayaan,” jelasnya.
Teddy mengatakan pemerintah melihat masih adanya persoalan efektivitas penggunaan anggaran desa sehingga dilakukan penyesuaian.
“Pemerintah melihat bahwa program desa yang berjalan selama ini masih kurang efektif dan rawan kebocoran,” tuturnya.
“Oleh karena itu, sebagian anggaran dialihkan ke KDMP agar pemanfaatannya jauh lebih optimal dan langsung menyentuh masyarakat,” tambahnya.
Ia menegaskan dana tersebut tetap dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat desa.
“Anggaran ini tidak hilang dan tidak pindah ke kota. Uangnya tetap berputar di desa dan untuk masyarakat desa. Jadi, di mana masalahnya?” tegas Teddy.
Kritik Soal Kegagalan Dianggap Terlalu Dini
Selain persoalan anggaran, Teddy juga menanggapi kekhawatiran bahwa KDMP berpotensi gagal.
Menurutnya, penilaian seperti itu terlalu dini karena program tersebut bahkan belum berjalan sepenuhnya.
“Kedua, belum mulai sudah bicara gagal. Ini adalah penyakit mental sebagian kritikus kita. Belum melangkah saja sudah menyerah,” cetusnya.
Ia berpendapat pola pikir semacam itu justru menghambat lahirnya terobosan baru.
“Jika semua orang berpikir sekerdil itu, bangsa ini tidak akan pernah berubah ke arah yang lebih baik. Bagi yang takut gagal sebelum berjuang, lebih baik tidur saja di rumah,” ucapnya.
Source link
