News

Pengamat: Masyarakat Jabar Lebih Persoalkan Isu Ijazah Jokowi daripada Identitas PSI



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Aksi penolakan terhadap rencana safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Jawa Barat memunculkan beragam tanggapan.

Di tengah demonstrasi yang digelar sejumlah massa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia memandang fenomena tersebut lebih dipengaruhi oleh polemik yang melekat pada pribadi Jokowi.

Menurut Heru, Jawa Barat selama ini bukan wilayah yang asing bagi Jokowi. Dalam dua kali Pemilihan Presiden (Pilpres), mantan kepala negara itu tetap mampu meraih dukungan yang cukup besar dari masyarakat.

Jokowi Punya Basis Dukungan di Jabar

Heru mengungkapkan, perolehan suara Jokowi pada dua Pilpres menunjukkan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih diterima oleh sebagian pemilih di Jawa Barat.

“Saya berpikir bahwa Jokowi dalam dua Pilpres mencapai suara di Jabar kurang lebih 40 persen,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Rabu (15/7/2026).

Ia mengatakan, secara umum Jokowi tidak mengalami kekalahan telak di provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia tersebut.

“Secara umum Jokowi tidak kalah telak dan diterima oleh masyarakat di Jabar,” ucapnya.

Bahkan, menurutnya, Jokowi mampu meraih kemenangan di sejumlah kota dan kabupaten.

“Khususnya di beberapa kota dan kabupaten, Jokowi menang telak,” tukasnya.

Elektabilitas PSI di Jawa Barat

Heru juga menyinggung posisi PSI yang kini menjadi kendaraan politik Jokowi. Ia menyebut partai tersebut telah memiliki representasi di DPRD Jawa Barat.

“Saat ini Jokowi berbaju PSI. Jika melihat peta PSI selama mengikuti Pileg, ternyata PSI sudah mempunyai satu kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat. Partai itu juga masuk 10 besar partai politik,” sebutnya.

Menurutnya, keberadaan kursi tersebut menunjukkan PSI telah memiliki basis dukungan meski belum besar.

“Artinya, identitas PSI sudah jelas dan sudah memiliki keterwakilan, walaupun masih kecil,” jelasnya.

Heru mengingatkan bahwa Jawa Barat merupakan wilayah yang sangat strategis dalam kontestasi politik nasional.

“Jabar adalah lumbung suara nasional dengan jumlah pemilih tetap terbesar di Indonesia, sekitar 36 juta orang,” tuturnya.

“Ini menjadi lahan yang paling menentukan dalam peta politik nasional, baik dalam Pileg maupun Pilpres,” tambahnya.

Karena itu, Heru memandang kunjungan politik Jokowi ke Jawa Barat menjadi agenda yang penting.

“Bagi Jokowi yang sudah diterima masyarakat Jabar dan PSI yang juga sudah memperoleh suara di Jabar, tentu menjadi agenda penting untuk menginjakkan kaki di Tatar Sunda,” imbuhnya.

Polemik Ijazah Dinilai Lebih Dominan

Heru menilai penolakan yang muncul belakangan ini lebih berkaitan dengan polemik dugaan ijazah palsu Jokowi dibandingkan afiliasi politiknya dengan PSI.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *