Pemerintah Siapkan CNG Merah Putih 3 Kg Pengganti LPG Subsidi, Bahlil Sebut Subsidi Energi Bisa Turun hingga 30 Persen

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Pemerintah mulai mempercepat program konversi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram ke Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram atau yang diberi nama CNG Merah Putih. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang selama ini masih sangat tinggi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia saat ini masih mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional. Kondisi tersebut terjadi karena pasokan gas C3 dan C4 sebagai bahan baku LPG di dalam negeri terbatas, sementara cadangan gas C1 dan C2 yang digunakan untuk CNG justru melimpah.
“Makanya kita dorong sekarang CNG. CNG itu gasnya pakai C1 C2 dan itu melimpah di Indonesia. Kita kemarin baru dapat temuan giant di ENI di Kalimantan Timur 5 TCF plus 2 TCF terus kondensat-nya itu kurang lebih sekitar 200.000 barel ekuivalen ya. Itu di 2028-2029 produksinya itu bisa mencapai 3.000 Mmscfd,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, pemerintah kini memasuki tahap ketiga uji coba penggunaan tabung CNG berkapasitas 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga. Sebelumnya, tabung CNG ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram telah digunakan di sektor komersial, termasuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), hotel, hingga restoran.
Ia menegaskan teknologi CNG bukanlah hal baru. Pemerintah hanya memperluas pemanfaatannya agar dapat dinikmati masyarakat penerima subsidi energi.
“Ini bukan barang baru, muncul tiba-tiba dari Fakfak datang, tidak. Ini sudah sudah ada ini. Cuman untuk rakyat kita di bawah yang dikenakan subsidi itu adalah harus pakai tabung yang 3 kilo. Tekanannya itu 200 sampai 250 bar. Nah ini yang kita sekarang lagi uji coba,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan sekitar 15 prototipe tabung CNG Merah Putih sedang dipersiapkan untuk menjalani pengujian keselamatan sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
“Oh, Pak Menteri kan mengumumkan kemarin tabung Merah Putih. Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototype untuk diuji. Jadi diuji itu. Belasan lah mungkin sekitar 15 (tabung). Satu tahap lagi sudah bisa di-implement, di-edarkan tahun ini,” kata Laode.
Berbeda dengan tabung LPG konvensional, CNG Merah Putih menggunakan tabung Tipe 4 berbahan komposit yang jauh lebih ringan sehingga lebih mudah digunakan oleh masyarakat.
“Jadi ini saya ingin jelaskan sekali lagi ya bahwa material tabung ini itu sudah sampai ke tipe 4. Tipe 1 semua logam, tipe 2 sudah mulai ada campuran yang meringankan sampai dengan tipe 3 tapi masih berat (bobotnya). Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti nggak merasa oh ini kok penggantinya berat, enggak,” jelas Laode.
Source link
