News

Adi Prayitno: Jokowi Akan Kerahkan Seluruh Pengaruh Politik untuk PSI, Hasil Pemilu 2029 Disebut Menentukan Masa Depan Gibran



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Pengamat politik Adi Prayitno menilai keputusan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan sekadar langkah politik biasa. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi pertaruhan besar yang akan menguji seberapa kuat pengaruh politik Jokowi setelah tak lagi menjabat sebagai presiden.

Adi meyakini Jokowi tidak hanya akan berperan sebagai sosok yang memberikan arahan kepada kader PSI. Mantan kepala negara itu diprediksi menjadi figur sentral yang menentukan arah politik partai berlambang gajah tersebut dalam menghadapi Pemilu 2029.

“Jokowi kan masih, ya terhitung masih muda lah bang. Kalau tiba-tiba pensiun, hanya menjadi orang-orang biasa saja, itu kan bahasa permukaan,” ujar Adi, dikutip fajar.co.id dari Podcast Akbar Faizal Uncensored, dikutip pada Selasa (7/7/2026).

Menurut Adi, peran Jokowi di tubuh PSI jauh melampaui sekadar mentor. Ia bahkan menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan menjadi tokoh utama yang memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan dan strategi politik partai.

“Tapi secara prinsip, Pak Jokowi bukan hanya jadi mentor, bukan hanya memberi motivasi. Jadi imam besar bang bagi PSI,” katanya.

“Lebih valid posisinya, bukan hanya mentor bagi PSI. Jadi imam besar,” imbuhnya.

Adi menilai, setelah secara terbuka menyatakan bergabung dengan PSI, Jokowi hampir pasti akan mengerahkan seluruh sumber daya dan pengaruh politik yang dimilikinya agar partai tersebut mampu menembus parlemen pada Pemilu 2029.

“Tidak boleh tidak, karena Jokowi sudah declare, maka Jokowi akan mengamplifikasi segala instrumen dan kekuatan politiknya supaya PSI ini bisa lolos ke parlemen dan bisa bicara banyak dengan partai-partai yang lain,” ujarnya.

Menurutnya, hasil yang diraih PSI pada Pemilu 2029 akan menjadi indikator baru untuk mengukur kekuatan politik Jokowi setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden RI.

“Saya menyebutnya ini semacam pertaruhan politik Jokowi. Selama ini kan Jokowi dianggap sakti mandraguna bang,” ucapnya.

Adi mengingatkan, sepanjang karier politiknya, Jokowi dikenal hampir selalu meraih kemenangan, mulai dari Pemilihan Wali Kota Solo, Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, hingga dua kali memenangkan pemilihan presiden.

“Tidak pernah kalah pemilu lah, dari Solo sampai Pilpres. Kalau PSI lolos ke parlemen di 2029, pasti Jokowi akan dapat tepuk tangan,” kata Adi.

Namun, ia juga menilai kegagalan PSI menembus parlemen dapat memunculkan anggapan bahwa pengaruh politik Jokowi mulai mengalami penurunan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *