News

Kontras Kepulangan Tim Piala Dunia: Jepang Disambut Hangat, Korea Dicaci, Pencetak Gol Uruguay Dijemput Mobil Pick-Up



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Kepulangan tim-tim sepak bola dari ajang Piala Dunia selalu menyisakan cerita unik. Kegagalan atau kesuksesan di lapangan hijau nyatanya menentukan bagaimana mereka diperlakukan oleh publik serta pendukung di negara asal mereka.

Sikap kontras cukup tajam terlihat dari bagaimana para fans menyikapi kepulangan tim nasional Korea Selatan, Jepang, dan Uruguay.

Korea Selatan Disambut Caci Maki, Jepang Penuh Penghargaan

Tim nasional Korea Selatan harus menerima kenyataan pahit setelah tereliminasi dari turnamen di babak penyisihan grup. Demi menghindari amarah publik, tim sengaja dijadwalkan pulang pada tengah malam.

Namun, para pendukung yang kecewa tetap setia menunggu di bandara hanya untuk melontarkan caci maki.

Beberapa di antaranya bahkan membawa pengeras suara (toa) dan membentangkan tulisan hujatan.

Dampak kegagalan ini bahkan berbuntut panjang hingga beberapa restoran dilaporkan menolak kedatangan pelatih Korea Selatan.

Pemandangan sebaliknya terjadi pada tim nasional Jepang. Meski juga harus pulang, mereka justru disambut dengan penuh kehangatan.

Masyarakat dan pendukung Timnas Jepang berjejer rapi di bandara sembari mengibarkan bendera nasional untuk memberikan selamat serta ucapan terima kasih atas kerja keras seluruh tim selama kompetisi.

Kisah Haru Pemain Uruguay Naik Pick-Up Sang Ayah

Kisah yang paling menyentuh hati datang dari tim nasional Uruguay. Dianggap gagal total, fasilitas pesawat charter yang sedianya digunakan untuk membawa seluruh tim pulang bersama secara sepihak dibatalkan.

Akibatnya, para pemain dan jajaran pelatih terpaksa pulang secara terpisah menggunakan penerbangan komersial.

Salah satu penggawa Uruguay, Maximiliano Araújo, yang sempat mencetak gol ke gawang Arab Saudi, tiba di bandara tanpa adanya sambutan mewah dari federasi maupun suporter.

Alih-alih dijemput bus mewah, ia justru dijemput oleh sang ayah yang sudah menunggu dengan mobil pick-up (bak terbuka) miliknya untuk mengangkut barang-barang bawaan sang anak.

Meski tanpa kemeriahan, kehangatan dari keluarga dinilai sudah lebih dari cukup bagi sang pemain pasca-kegagalan di Piala Dunia 2026. (sam/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *