Daftar Sementara Klub Indonesia yang Kena Sanksi Banned FIFA: PSM dan Persib Masih Masuk Daftar, PSBS Jadi Pemegang Sengketa Terbanyak

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Tim-tim di Indonesia, khususnya peserta kompetisi profesional, saat ini tengah sibuk mempersiapkan skuad untuk menghadapi musim baru.
Kesibukan tim-tim Indonesia terlihat pada aktivitas bursa transfer menjelang bergulirnya kompetisi sepak bola musim 2026/2027.
Hanya saja, di tengah ramainya pergerakan setiap tim untuk melepas maupun mendatangkan pemain baru, nyatanya masih ada beberapa klub yang belum bisa bergerak leluasa.
Klub-klub tersebut masih terhalang untuk aktif di bursa transfer karena terikat sanksi FIFA Registration Bans.
Per Senin (6/7/2026), setidaknya masih ada delapan klub asal Indonesia yang tercantum dalam daftar FIFA Registration Bans.
Delapan klub tersebut berasal dari kompetisi kasta tertinggi, Super League, maupun divisi kedua, Championship.
Untuk klub yang berlaga di Super League, dua tim yang masih terikat sanksi tersebut adalah Persib Bandung dan PSM Makassar.
PSM Makassar dan Persib Bandung masing-masing memiliki satu sengketa yang harus diselesaikan sebelum kembali bisa aktif di bursa transfer.
Tim berjuluk Juku Eja itu dijatuhi sanksi FIFA pada 22 Mei 2026.
Sementara itu, Persib Bandung menyusul masuk daftar sanksi FIFA pada 29 Mei 2026.
Juara Super League musim 2025/2026 tersebut kini juga masih tercatat dalam daftar FIFA Registration Bans.
Komitmen Manajemen PSM Makassar Selesaikan Sanksi
Terkait sanksi tersebut, manajemen PSM Makassar melalui Media Officer Sulaiman Abdul Karim menyampaikan komitmen penuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Pria yang akrab disapa Sule itu mengatakan sanksi FIFA dipastikan akan diselesaikan oleh manajemen PSM Makassar.
Hanya saja, menurutnya, penyelesaiannya tinggal menunggu waktu yang tepat. Manajemen juga telah menyusun rencana dan timeline persiapan tim menghadapi Super League 2026/2027.
Mulai dari perekrutan tim pelatih, staf medis, ofisial, hingga pemain baru, semuanya telah memiliki perencanaan tersendiri.
“Untuk persoalan FIFA ban pasti akan kami selesaikan. Persoalan timing saja. Kami ada timeline yang sudah kami susun untuk persiapan tim,” katanya kepada Fajar.co.id, Minggu (28/6).
“Mulai dari perekrutan tim pelatih, staf medis, pemain dan official.”
“Setelah itu persiapan latihan hingga ending-nya adalah siap berkompetisi. Ada prioritas-prioritas,” ungkapnya.
Klub Lain yang Masih Kena Sanksi
Sementara itu, klub-klub dari Championship rata-rata memiliki lebih dari satu sengketa dalam daftar FIFA Registration Bans.
PSBS Biak menjadi klub dengan jumlah sengketa terbanyak. Mereka tercatat memiliki 12 sengketa yang harus diselesaikan.
Menyusul PSBS Biak, ada PSIS Semarang yang masih harus menyelesaikan dua sengketa.
Sementara itu, Semen Padang, Kalteng Putra, PSCS Cilacap, dan Persiwa Wamena masing-masing masih memiliki satu sengketa.
Klub-klub yang masuk dalam daftar tersebut untuk sementara masih memiliki keterbatasan dalam aktivitas bursa transfer.
Pasalnya, klub yang dijatuhi sanksi FIFA Registration Bans dilarang mendaftarkan pemain baru hingga kewajiban atau sengketa yang menjadi dasar sanksi tersebut diselesaikan.
Source link
