News

Jangan Asal Isi! Ini Rahasia Agar UKT Kuliah Jadi Lebih Murah Bagi Calon Mahasiswa



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Biaya perkuliahan sering kali menjadi beban pikiran bagi calon mahasiswa baru (camaba). Salah satu komponen biaya yang paling krusial di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) adalah Uang Kuliah Tunggal atau UKT.

Menanggapi keresahan tersebut, kreator konten edukasi di TikTok, @putrikarisaaa, membagikan tips penting yang ia sebut sebagai “Rahasia UKT Jadi Murah” agar calon mahasiswa tidak salah langkah saat melakukan pendaftaran.

Menurut Putri, nominal UKT yang didapatkan mahasiswa sebenarnya sudah ditentukan sejak awal pembuatan akun pendaftaran kuliah, baik melalui jalur SNBP maupun SNBT. Oleh karena itu, kesalahan sekecil apa pun dalam menginput data bisa berdampak fatal.

“Salah upload data di awal, berdampak UKT mahal sampai lulus kuliah,” tulis Putri dalam keterangan video singkatnya yang telah menarik perhatian puluhan ribu penonton.

Untuk menghindari jebakan UKT mahal akibat kelalaian administratif, berikut adalah beberapa poin rahasia yang perlu diperhatikan oleh para calon mahasiswa:

  1. Ketelitian Penuh Saat Mengisi Data Finansial

Banyak kasus mahasiswa mendapatkan golongan UKT tinggi bukan karena kondisi ekonomi keluarga yang sangat mampu, melainkan karena kesalahan teknis saat memasukkan angka penghasilan orang tua, detail aset, atau pengeluaran bulanan. Format pengisian yang membingungkan sering kali memicu salah input yang merugikan.

  1. Persiapkan Surat Keterangan Penghasilan dengan Benar

Bagi orang tua yang bekerja di sektor informal (seperti pedagang, petani, atau wiraswasta), pastikan untuk melampirkan Surat Keterangan Penghasilan (Suket) resmi dari kelurahan atau desa setempat. Dokumen ini harus mencerminkan kondisi finansial yang riil agar pihak universitas dapat melakukan verifikasi secara akurat.

  1. Dampak Jangka Panjang: Mengikat Hingga Lulus

Putri mengingatkan bahwa nominal UKT yang sudah ditetapkan di awal semester umumnya akan bersifat tetap (fixed) hingga mahasiswa tersebut menyelesaikan masa studinya. Proses pengajuan banding atau penurunan UKT di tengah jalan sering kali membutuhkan birokrasi yang rumit dan tidak selalu dikabulkan.

Melalui edukasi ini, para calon mahasiswa baru tahun 2026 dan angkatan selanjutnya diimbau untuk lebih teliti, tidak terburu-buru, dan menyiapkan seluruh dokumen pendukung ekonomi keluarga secara valid sebelum menekan tombol submit pada portal pendaftaran.

Sebelumnya diberitakan, jumlah calon mahasiwa tak daftar ulang terus meningkat tiap tahunnya. Pada 2025, jumlahnya 60.131, meningkat tajam tahun 2026 menjadi 113.000.

Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, menyorot tajam hal tersebut. Dia pun menyampaikan pandangan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Panitia SNPMB 2026 dengan Komisi X DPR RI. 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *