Simalakama Grup F Piala Dunia 2026: Juara Grup Diadang Maroko, Runner-Up Ditunggu Brasil!

PORTALUTAMA.NET, KANSAS — Matchday pamungkas Grup F Piala Dunia 2026 yang digelar serentak pada Jumat (26/6) pukul 06.00 WIB besok bukan sekadar perebutan tiket lolos.
Bagi Belanda, Jepang, dan Swedia, laga ini adalah kalkulasi taktik yang rumit demi menghindari “jalur neraka” di babak 32 besar.
Saat ini, Belanda besutan Ronald Koeman memimpin takhta klasemen, ditempel ketat oleh Jepang (Hajime Moriyasu), dan Swedia (Graham Potter) di posisi ketiga.
Di atas kertas, Belanda diunggulkan menang saat bersua Tunisia di Stadion Arrowhead. Sementara itu, duel hidup-mati sesungguhnya akan tersaji di Stadion AT&T saat Jepang meladeni Swedia.
Dilema Babak Knock-Out: Pilih Maroko atau Brasil?
Melihat bagan fase gugur, finis di posisi mana pun di Grup F akan menghadirkan ujian mental yang masif:
- Juara Grup F: Akan langsung berhadapan dengan Maroko (Runner-up Grup C), yang merupakan semifinalis Piala Dunia edisi 2022 lalu.
- Runner-Up Grup F: Sudah ditunggu oleh raksasa sepak bola dunia, Brasil (Juara Grup C).
- Peringkat 3 Terbaik: Jika lolos, mereka harus siap diundi melawan para monster turnamen seperti Jerman, Prancis, Prancis/Norwegia, AS, Meksiko, atau Swiss.
Prediksi Opta: Jepang Diunggulkan, Swedia Terlempar dari Radar
Berdasarkan superkomputer Opta, Jepang lebih diunggulkan untuk menjinakkan Swedia besok pagi.
| Tim | Peluang Menang | Peluang Seri |
| Jepang | 51,9% | 25,9% |
| Swedia | 22,2% | 25,9% |
Menariknya, Opta memprediksi peluang Samurai Biru untuk menembus babak perempat final ada di angka 17% (berada di urutan ke-17 dari 20 kontestan terkuat). Sebaliknya, Swedia justru tidak masuk dalam daftar 20 besar unggulan Opta. Hal ini menegaskan bahwa skuad Graham Potter datang sebagai underdog yang siap menghadirkan kejutan.
Menanti “Keajaiban Berlin” Jilid Dua
Meski sering bertemu di ajang lain, ini akan menjadi bentrokan perdana bagi Jepang dan Swedia di panggung Piala Dunia. Sejarah mencatat, pertemuan ikonik mereka terjadi pada Olimpiade 1936 yang dikenal sebagai “Miracle of Berlin”. Saat itu, Jepang secara heroik membalikkan keadaan dari tertinggal 0-2 menjadi menang 3-2 atas Swedia.
Kini, Jepang bukan lagi tim kejutan. Status giant killer sudah melekat pada mereka.
Mereka punya determinasi tinggi, pressing ketat, transisi cepat, dan kedisiplinan menonjol. Jadi bukan sekadar penghibur, Jepang sangat diperhitungkan. Saya kira mereka bisa sampai delapan besar.
Analisa ini masuk akal. Jerman dan Spanyol sudah pernah menjadi korban Jepang di Qatar. Di laga persahabatan terbaru, giliran Inggris dan Brasil yang mereka buat bertekuk lutut. Ditambah lagi, Jepang mengantongi rekor tak terkalahkan dalam 4 laga terakhir melawan tim Eropa di Piala Dunia (2 menang, 2 imbang).
Namun, Swedia punya benteng psikologis tersendiri: mereka belum pernah kalah dari tim Asia di Piala Dunia (2 menang, 1 imbang), dengan memori terakhir membungkam Korea Selatan 1-0 pada 2018.
Siapa yang akan melangkah ke babak 32 besar, dan seberapa terjal jalur yang harus mereka lalui? Jawabannya akan tersaji di atas lapangan besok pagi. (bs-sam/fajar)
Source link
