News

Gibran Didesak Klarifikasi Dugaan Skandal Sogok Mahasiswa UBK Rp20 Juta



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan penjelasan terkait dugaan pemberian uang kepada sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang belakangan menjadi sorotan publik.

Permintaan itu disampaikan setelah Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdi Maludin, mengakui menerima uang sebesar Rp20 juta yang disebut berasal dari pihak kepolisian melalui seorang alumni kampus.

“Sudah sewajibnya pihak Wapres memberi penjelasan atas informasi yang sudah terbuka ini. Jika memungkinkan Wapres sendiri yang menjawab informasi ini,” kata Ray Rangkuti melalui pesan singkat, Selasa (23/6/2026).

Menurut Ray, klarifikasi dari pihak Wakil Presiden penting untuk menjelaskan apakah terdapat keterlibatan atau peran tertentu dari lingkungan Wapres dalam rangkaian aksi mahasiswa yang berujung pada pertemuan dengan Gibran di Istana Wakil Presiden.

“Apakah kiranya ada peranan pihak Wapres dalam aksi mahasiswa yang menemuinya atau semua hal itu tanpa sepengetahuan pihak Wapres,” ujarnya.

Selain meminta penjelasan dari pihak Wakil Presiden, Ray juga menilai kepolisian perlu menyampaikan klarifikasi secara terbuka terkait dugaan pemberian dana kepada mahasiswa tersebut.

Ia mengatakan hal itu penting mengingat kepolisian disebut-sebut memiliki peran sebagai fasilitator dalam kegiatan yang dilakukan mahasiswa sebelum audiensi dengan Gibran berlangsung.

“Instansi kepolisian juga disebut sebagai fasilitator, maka wajib kiranya pihak kepolisian juga melakukan penjelasan,” kata Ray.

Menurut dia, penjelasan resmi diperlukan agar dugaan tersebut tidak mencoreng nama institusi kepolisian apabila ternyata tindakan itu hanya dilakukan oleh oknum tertentu atau bahkan tidak melibatkan institusi sama sekali.

“Benarkah ada pemberian dana yang diberikan oleh pihak polisi kepada mahasiswa agar tidak melakukan aksi pada titik-titik tertentu atau hanya perbuatan oknum yang tidak melibatkan instansi kepolisian atau bahkan tidak terlibat sama sekali,” ujarnya.

Sebelumnya, Abdi bersama sejumlah mahasiswa UBK diketahui sempat bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung setelah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi dengan sejumlah tuntutan, di antaranya evaluasi harga bahan bakar minyak (BBM), stabilitas ekonomi nasional, serta kaji ulang program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Belakangan, dalam keterangan yang disampaikan kepada pihak rektorat UBK pada Senin (22/6/2026), Abdi mengakui menerima uang sebesar Rp20 juta yang disebut berasal dari pihak kepolisian dan disalurkan melalui seorang alumni kampus.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *