BRI Ungkap Hal Penting yang Harus Dihitung Sebelum Membeli Kendaraan

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Keputusan membeli kendaraan tidak hanya soal memilih merek atau menyesuaikan harga dengan kemampuan finansial.
Ada sejumlah aspek lain yang perlu diperhitungkan agar pembelian mobil tidak menjadi beban bagi kondisi keuangan di masa mendatang.
Hal itu disampaikan Deputy Branch Head BRI Multifinance Indonesia, Noor Adpan, saat menjadi narasumber dalam talk show pada event BRI Consumer Expo 2026 Goes to Makassar, Minggu (21/6/2026).
Dikatakan Noor, banyak calon pembeli kendaraan yang hanya berfokus pada harga mobil dan besaran cicilan bulanan.
Padahal, terdapat sejumlah komponen biaya lain yang juga harus masuk dalam perencanaan keuangan.
DP Ideal Minimal 20 Persen
Noor menjelaskan, salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli kendaraan adalah besaran uang muka atau down payment (DP).
“Mungkin untuk seluruh nasabah tanpa terkecuali, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam segi finansial, bukan hanya dari harga kendaraan,” ujar Noor dalam acara tersebut.
Menurutnya, DP ideal setidaknya berada di kisaran 20 persen dari harga kendaraan. Bahkan, semakin besar uang muka yang dibayarkan, maka beban cicilan bulanan akan semakin ringan.
“Tapi yang perlu diperhatikan juga itu dari segi DP, jadi uang muka kita untuk idealnya di 20 persen. Semakin besar DP, semakin mengecilkan juga cicilan,” ucapnya.
Jangan Terjebak Hanya Melihat Cicilan
Lebih lanjut, Noor menekankan bahwa masih banyak masyarakat yang hanya mempertimbangkan kemampuan membayar cicilan ketika memutuskan membeli kendaraan.
“Nah untuk cicilan kadang nasabah hanya melihat pada saat membeli kendaraan,” tukasnya.
Padahal setelah kendaraan dimiliki, masih ada berbagai biaya operasional dan perawatan yang harus disiapkan secara rutin.
“Oh cicilan saya sekian, tanpa memperhatikan ada biaya-biaya yang akan terbentuk saat sudah membeli kendaraan,” imbuhnya.
Kata Noor, pengeluaran setelah membeli kendaraan sering kali luput dari perhatian calon pembeli.
Padahal biaya tersebut dapat memengaruhi kondisi keuangan jika tidak diperhitungkan sejak awal.
“Contoh biaya bensin, pajak tahunan, biaya service, nah juga kadang ada biaya tak terduga yah,” jelasnya.
Beberapa biaya yang dimaksud antara lain kebutuhan bahan bakar, pajak kendaraan tahunan, servis berkala, hingga pengeluaran tak terduga akibat kerusakan atau kejadian di jalan.
“Contoh di jalan kita mengalami ban pecah. Itu yang perlu kita perhatikan saat membeli kendaraan,” terang dia.
Penghasilan Perlu Diatur dengan Bijak
Agar pembelian kendaraan tetap sehat secara finansial, Noor menyarankan masyarakat mengatur komposisi pengeluaran secara proporsional.
Source link
