Rupiah Loyo, Pengusaha Ambil Langkah Ekstrem: Setop Lowongan Kerja hingga Percepat PHK

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Tekanan terhadap mata uang rupiah yang tak kunjung mereda mulai memukul sektor riil secara nyata. Ketidakpastian mengenai kapan mata uang Garuda akan kembali menguat membuat para pelaku usaha harus memutar otak demi menjaga kelangsungan bisnis mereka. Salah satu langkah pahit yang mulai diambil adalah efisiensi tenaga kerja.
Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, mengungkapkan bahwa situasi sulit ini memaksa dunia usaha mengambil keputusan drastis terkait operasional perusahaan.
“Sudah lama sebenarnya stop lowongan kerja. Justru dengan adanya situasi saat ini, justru keputusannya adalah proses PHK dipercepat, bila ada karyawan yang tak perlu lagi, maka PHK dipercepat, yang dijaga pengusaha itu cashflow,” ujar Benny, dikutip dari CNBC, Jumat (5/6/2026).
Sektor Ekspor Diuntungkan, Importir Menjerit
Meski situasi ini menjadi momok bagi sebagian besar sektor industri, dampak yang dirasakan ternyata tidak seragam. Bagi sektor industri yang berorientasi fokus pada ekspor, pelemahan rupiah justru membawa angin segar dan keuntungan tersendiri.
Terlebih lagi, beberapa pengusaha masih bisa menyiasati keadaan dengan mengalihkan transaksi impor bahan baku dari China menggunakan mata uang Yuan, bukan Dolar AS.
Namun, nasib kontras harus ditelan bulat-bulat oleh para pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor tetapi menjual produk akhirnya di pasar domestik dengan mata uang rupiah.
“Saat dolar sedang tinggi, kasihan yang impor bahan bakunya pakai dolar, tapi dijual pakai rupiah, pasti rugi,” tambah Benny.
Reaksi Netizen: Soroti Kinerja Pemerintah hingga Khawatir Kriminalitas
Persoalan ini tentu saja jadi bahasan publik Indonesia terutama di media sosial. Banyak netizen yang menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap kondisi ekonomi masyarakat bawah, sembari mengkritik kebijakan serta pernyataan pemerintah yang dinilai kurang peka.
Banyak warganet yang menyindir pernyataan pejabat terkait fundamental ekonomi Indonesia. Salah satunya akun @aldillakurniawan mempertanyakan janji-janji politik, “Ini yg katanya ekonomi indonesia baik2 saja? @prabowo @gibran_rakabuming @gerindra @dpr_ri yg selalu melindungin statement ketua partainya.”
Akun @arsyadionugraha menyoroti dampak sistemik pelemahan dolar yang tetap akan sampai ke masyarakat kecil. “Makanya heran kemarin waktu ada pemimpin yg bilang ‘orang desa ga belanja pake dollar’. Itu maksudnya apa? Emang beliau ga salah. Tapi pengusaha belanja pake dollar untuk modal usahanya. Pekerjanya banyak jg yg merupakan buruh dari desa. Kalo udah mau PHK gini terus gmn?” ulasnya.
Akibat gelombang PHK yang dipercepat, netizen mulai mengkhawatirkan efek domino pada stabilitas keamanan. Akun @ria_tjnw berkomentar, “Tolong ya kalau pada susah amit2 lari ke kriminal.. Sekarang aja kejahatan dan kriminalitas sudah banyak.”
Source link
