News

Saat Demo Mahasiswa Aparat Berusaha Menghalangi, Kontras Aksi Pro MBG Polisi Terekam Bagi-bagi Roti



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memicu diskursus publik yang tajam. Baru-baru ini, sebuah unggahan dari akun andhiosod di platform Threads mendadak viral setelah menyoroti perbedaan kontras perlakuan aparat keamanan terhadap massa demonstran yang mendukung program pemerintah tersebut dibandingkan dengan kelompok kritis.

Dalam unggahan video akun tersebut, terlihat aksi unjuk rasa bertajuk “Demo Dukung MBG” yang kontras dengan demo mahasiswa. Bahkan, tajuk utama video tersebut secara gamblang menuliskan: “Demo Dukung MBG Muncul, Polisi Bagikan Roti kepada Massa”.

Pemilik akun menyertakan narasi satir yang menohok logika publik. “Kok bisa beda perlakuannya. Mendukung MBG = dikasih roti. Menolak MBG = dikasih gas air mata dan dapat hikmahnya”.

Diketahui, saat demo mahasiswa yang mengkritik kebijakan pemerintah beberapa waktu lalu, Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzharah mengungkap bahwa aparat yang terdiri dari unsur TNI dan Polri justru berusaha menghalangi aksi mereka. Meski demikian, massa dari unsur mahasiswa tersebut bersikukuh melanjutkan demo dengan melakukan longmarch.

Kritik Netizen: Dari “Settingan” hingga Standar Ganda Aparat

Unggahan ini langsung diserbu oleh netizen yang menyuarakan kritik sosial yang tajam. Kolom komentar dipenuhi oleh pandangan skeptis terkait orisinalitas demonstrasi tersebut serta kebijakan represif yang kerap menimpa kelompok oposisi atau mahasiswa yang mengkritisi program MBG.

Berikut adalah beberapa komentar kritis dari netizen:

Sentilan Terhadap Ide & Realisasi Program: Akun @elsafitri.anand mempertanyakan konsep di balik aksi demonstrasi tandingan ini dengan menulis, “Buset dah, idenya siapa ini demi dukung MBG?? Jelek banget ide dan realisasinya 🤣.”

Sorotan Terhadap Aktor di Balik Layar: Akun @hermanto.wahyu memberikan analisis tajam mengenai siapa yang diuntungkan dari proyek ini, “Yang punya Dapur MBG kan para pejabat, polisi, tentara, YTTA (Yang Tau Tau Aja). Ya wajar dilindungi yang demo”.

Kritik Berbasis Jejak Digital Politik: Netizen lain, @sat__shot, mengunggah tangkapan layar cuitan lama sebuah partai politik tentang bagaimana penguasa memproduksi narasi publik, sambil menyindir, “Tweet Gerindra sekarang lagi dipraktekkan sendiri oleh mereka rupanya 😅😅.”

Kekecewaan Terhadap Pragmatisme Massa: Sentimen kemarahan terhadap massa bayaran juga mencuat. Akun @muhammadfahriall_ meluapkan kekesalannya, “Duit 200-300 aja sampe segitunya mendukung program yang hancur!” Senada dengan hal itu, @coco9499 menambahkan, “Hanya karena roti rela negaranya hancur”.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *