News

Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS, Sederet Publik Figur Suarakan Keresahan


PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau terus mengalami pelemahan signifikan hingga mendekati level psikologis baru, yakni Rp18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data grafik pergerakan mata uang terbaru, posisi rupiah kini bertengger di angka Rp17.930,05 per dolar AS, mencatatkan penurunan sebesar 0,86% dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Bahkan, pada hari ini 7 Juni 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berada di kisaran Rp18.025 hingga Rp18.135 per dolar AS berdasarkan harga pasar terbaru.

Kondisi ekonomi ini memicu gelombang kekhawatiran massal di jagat maya. Tidak hanya masyarakat luas, sederet publik figur terkemuka Indonesia terpantau mulai lantang menyuarakan keresahan mereka terkait dampak nyata pelemahan mata uang ini terhadap stabilitas ekonomi sehari-hari.

Sorotan dari Para Tokoh Publik

Sejumlah nama besar dari kalangan musisi, presenter, hingga tenaga medis menggunakan platform media sosial mereka untuk memberikan respons kritis. Di antaranya adalah:

Maia Estianty dan Andhika Pratama menyoroti beban hidup yang kian menjepit akibat potensi lonjakan harga barang-barang kebutuhan pokok (inflasi).

Baskara Putra (Hindia) menggarisbawahi ketidakpastian ekonomi yang membayangi generasi muda dan pelaku industri kreatif.

Denny Sumargo dan dr. Tirta menyuarakan tantangan riil yang dihadapi masyarakat kelas menengah ke bawah di lapangan, mulai dari daya beli yang merosot hingga stabilitas bisnis lokal.

“I love u Indonesia from the bottom of my heart… please bangkit lagi yukkk bisa yukkk,” tulis salah satu figur publik, Ussy Sulistiawaty, dalam unggahan cerita Instagram-nya yang menampilkan grafik pelemahan rupiah tersebut.

Keluhan di Tingkat Akar Rumput

Sentimen negatif tidak hanya datang dari ibu kota. Di kolom komentar platform digital seperti Folkative, netizen dari berbagai daerah mulai mengeluhkan dampak berantai dari situasi ini.

Beberapa warga melaporkan bahwa komoditas dasar di daerah mereka sudah mulai mengalami kelangkaan dan kenaikan harga yang tidak wajar, seperti gas elpiji 3 kg yang menembus harga Rp30.000, kelangkaan BBM jenis solar, hingga harga daging ayam yang melonjak ke angka Rp45.000 per kilogram.

Masyarakat kini mendesak pemerintah dan Bank Indonesia untuk segera mengambil langkah intervensi moneter yang taktis guna meredam volatilitas nilai tukar ini sebelum berdampak lebih fatal pada sektor riil. (sam/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *