News

Dadan Pernah Ingatkan Dua Risiko Besar MBG, Fakta Baru Kejagung Bikin Tercengang



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pernyataan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengenai risiko pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik.

Petikan video wawancara yang memperlihatkan Dadan menyinggung mengenai potensi penyimpangan dalam program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG periode 2025-2026.

Dalam pernyataan itu, Dadan mengurai setidaknya terdapat dua risiko besar yang dihadapi dalam pelaksanaan program unggulan pemerintah tersebut.

Risiko pertama adalah penyalahgunaan anggaran, sedangkan risiko kedua berkaitan dengan kesehatan penerima manfaat program.

“Jadi ada dua risiko di makan bergizi, saya sampaikan,” ujar Dadan dalam podcast Akbar Faizal yang kembali beredar luas dikutip pada Minggu (7/6/2026).

“Satu, penyalahgunaan anggaran seperti yang orang tuduhkan. Yang kedua gangguan pencernaan penerima manfaat,” lanjutnya.

Dikatakan Dadan, dari dua risiko tersebut, persoalan kesehatan penerima manfaat justru menjadi hal yang paling dikhawatirkannya.

“Dua risiko yang paling besar. Yang paling ditakuti oleh saya bukan nomor satu, tapi nomor dua,” tegas Dadan.

Klaim Sistem Pengawasan Sulit Dimainkan

Dalam kesempatan yang sama, Dadan juga menggarisbawahi bahwa potensi penyalahgunaan anggaran bukanlah hal yang paling ia khawatirkan.

Ia bahkan menyebut sistem yang dibangun BGN dirancang untuk meminimalkan peluang terjadinya praktik penyimpangan.

“Nomor satu itu saya jamin uang yang digunakan oleh mitra dan Kepala SPPG di lapangan itu mudah dideteksinya dan sistem yang kita buat sangat sulit untuk memungkinkan orang bermain,” tegasnya.

Pernyataan tersebut kini kembali menjadi perhatian setelah Kejaksaan Agung mengungkap dugaan korupsi dalam tata kelola program MBG yang menyeret dirinya bersama dua mantan Wakil Kepala BGN.

Gangguan Pencernaan Disebut Risiko Terbesar

Dadan menilai risiko kesehatan lebih sulit dikendalikan karena melibatkan banyak faktor dalam rantai distribusi makanan.

Baginya, kualitas bahan baku hingga kondisi penerima manfaat menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi dalam program tersebut.

“Tapi untuk yang kasus nomor dua ini itu rantainya panjang dari rantai pasok, kualitas bahan baku, processing, waktu processing, kualitas air, gangguan alam, yang terakhir tentu saja kondisi tubuh dari penerima manfaat,” jelasnya.

Program MBG yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini terseret perkara hukum.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *