Komunitas Ojol Makassar Bongkar Keluhan Driver, HBK: Perpres 27/2026 untuk Semua Pihak

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Aspirasi para pengemudi transportasi online kembali mencuat dalam dialog bersama Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady.
Dalam pertemuan yang digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/5/2026) tersebut, sejumlah perwakilan komunitas driver online di Kota Makassar menyampaikan berbagai harapan dan masukan terkait kebijakan transportasi online terbaru.
Ketua Komunitas NOSASI Kota Makassar sekaligus perwakilan driver online Grab Car, Budi, menyoroti implementasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur penurunan potongan aplikator dari 20 persen menjadi 8 persen.
Menurutnya, kebijakan tersebut pada dasarnya memberikan harapan besar bagi para mitra pengemudi untuk meningkatkan pendapatan. Namun, ia menilai masih ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan aplikator.
“Kami percaya terhadap niat bapak presiden dengan menurunkan potongan dari 20 persen menjadi 8 persen untuk meningkatkan pendapatan mitra pengemudi. Tapi ada celah karena belum diatur secara rinci apa saja yang boleh dipotong. Jangan sampai pendapatan perusahaan online hanya dipindahkan ke biaya platform atau sewa aplikasi,” ujarnya.
Budi juga meminta pemerintah menghadirkan aturan yang lebih jelas terkait biaya platform atau biaya sewa aplikasi agar tidak memberatkan mitra pengemudi.
Selain itu, ia berharap ada pembatasan maksimal biaya tersebut serta pengawasan terhadap perang promo antar aplikator yang dinilai berdampak pada pendapatan driver.
Dalam kesempatan yang sama, Budi turut mengundang Hamka B Kady untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-7 komunitas NOSASI yang akan digelar pada 10 Juni 2026 di Hotel Claro Makassar. Acara tersebut rencananya akan dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan pengemudi online.
Sementara itu, Ketua Komunitas Ojol Kota Makassar, Mail, meminta adanya penjelasan lebih detail terkait Perpres Nomor 27 Tahun 2026 agar para pengemudi memahami substansi aturan tersebut secara utuh.
Selain itu, ia juga berharap pemerintah dapat menghadirkan program yang memberikan pengurangan pembayaran pajak kendaraan bagi para mitra pengemudi online yang menggunakan kendaraan pribadi untuk bekerja setiap hari.
Tak hanya soal regulasi, Mail juga meminta adanya pelatihan keterampilan bagi para driver online sebagai bekal pekerjaan sampingan di tengah persaingan dan kondisi ekonomi yang dinamis.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hamka B Kady menjelaskan bahwa dasar lahirnya Perpres Nomor 27 Tahun 2026 adalah untuk mendukung ekosistem bisnis transportasi online agar berjalan lebih sehat dan berkeadilan.
Source link
