Gun Romli soal Siswi Makassar Gagal Jadi Paskibraka Diduga karena Rasisme: Merah Putih Bendera Semua Anak Bangsa

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kader PDIP Guntur Romli angkat suara terkait viralnya Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi asal Makassar yang gagal menjadi Paskibraka karena dugaan rasisme.
“Cathlyn Yvaine Lesmana harusnya dikirim ke Jakarta sebagai Paskibraka, tapi namanya dicoret. Ia disingkirkan karena ada dugaan rasisme,” kata Gun Romli, dikutip dari unggahannya di Instagram, Kamis (28/5/2026).
Cathlyn merupakan siswi SMA Cerdas Bangsa Makassar. Saat seleksi, dia masuk tiga besar seleksi Paskibraka Sulawesi Selatan.
“Bukan karena keuntungan, tapi karena kemampuan. Tingginya 110 cm, meraih medali emas di Pekan Olimpiade Sains Nusantara (POSN) 2024, juga meraih emas pada ajang International Science and Invention 2024. Meraih perunggu di Senior High School Olympiad 2025, dan juara 3 Mandarin Proficiency Championship Indonesia 2026,” paparnya.
Selain itu, Cathlyn juga fasih dalam dua bahasa asing. Namun, namanya tak ada dalam daftar yang dikirim ke Jakarta.
“Dia juga fasih menguasai bahasa Inggris dan Mandarin. Mengapa namanya dicoret? Dan digantikan siswi lain yang sebelumnya tidak masuk 10 besar?” ungkapnya.
Gun Romli menyoroti tidak adanya penjelasan resmi dari pihak terkait. Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel telah angkat suara, menurutnya hal itu belum menjawab persoalan.
“Tidak ada penjelasan resmi, tidak ada transparansi. Yang ada hanya rumor, katanya Cathlyn tidak menguasai bahasa daerah. Ini yang membuat publik makin curiga,” ucapnya.
Dia mengatakan adanya dugaan intervensi orang dalam dan penilaian yang tidak transparan. Bahkan, dia menuding adanya diskriminasi terhadap Cathlyn yang beretnis Tionghoa.
“Ketua Purna Paskibraka Indonesia Makassar Muhammad Fahmi menduga ada isu rasisme dalam proses ini, mengingat Cathlyn beretnis Tionghoa. Wali Kota Makassar pun bersuara…,” ucapnya.
Begitu pula Kesbangpol Sulsel yang membantah. Namun menurut Gun Romli, bantahan itu sekadar klaim.
“Kesbangpol Sulawesi Selatan membantah, tapi membantah tanpa data, hanya klaim. Kesbangpol sendiri mengakui yang digoreng hanya Tionghoanya, tanpa sadar dia fokus pada apa yang ia coba bantah,” terangnya.
Dia menegaskan, Merah Putih adalah bendera semua warga Indonesia, apa pun etnisnya.
“Merah Putih adalah bendera semua anak bangsa. Tidak ada kolom etnis di sana. Jika Cathlyn disingkirkan karena siapa dia, bukan karena apa yang ia bisa, maka yang gagal bukan Cathlyn, yang gagal adalah kita sebagai bangsa Indonesia,” jelasnya.
Kini, Gun Romli menegaskan perlunya pihak terkait memberikan pernyataan resmi.
Source link
