News

Prabowo Antikritik? Heboh Kesalahan Penulisan di Prasasti LRT Picu Pro dan Kontra



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Media sosial X (sebelumnya Twitter) mendadak gempar setelah sebuah unggahan akun X @KapudS640 menyoroti dihapusnya postingan edukasi milik Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dalam tangkapan layar yang beredar, akun resmi Badan Bahasa sempat mengoreksi kesalahan tata bahasa pada prasasti peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 September 2026.

Unggahan edukasi tersebut menyoroti dua kesalahan penulisan pada prasasti peresmian:

Penggunaan Tanda Hubung (-): Penulisan Kelapa Gading – Manggarai seharusnya menggunakan tanda pisah (—) untuk menyatakan makna “sampai dengan” atau “sampai ke” (Kelapa Gading–Manggarai).

Penulisan Imbuhan Pasif: Penulisan kata DI RESMIKAN OLEH yang dipisah dinilai kurang tepat karena “diresmikan” merupakan kata kerja pasif berimbuhan di-, sehingga penyambungannya harus dirangkai (DIRESMIKAN OLEH).

Namun, selang beberapa jam setelah diunggah, materi edukasi tata bahasa tersebut mendadak hilang dari akun resmi Badan Bahasa.

“Hanya mengingatkan, sekarang bahkan Badan Bahasa aja dibungkam oleh rezim. Di level tata bahasa pun Prabowo antikritik. SS unggahan Badan Bahasa ini bahkan udah hilang sejak kemarin sore,” tulis pemilik akun @KapudS640 dalam keterangan unggahannya, dikutip fajar.co.id, Sabtu (19/9/2026).

Hilangnya konten tersebut memicu gelombang tanggapan dari warganet. Banyak netizen menyayangkan tindakan take down tersebut dan menilai rezim tidak terbuka terhadap kritik, bahkan dalam ranah keilmuan bahasa baku sekalipun.

“Kritik sesuai bidang keilmuannya dibungkam. Kalo gak bisa dikritik, pass the controller,” komentar salah satu akun merespons kejadian tersebut.

Sementara itu, pegiat media sosial, Ferry Koto, turut merespons kejadian itu.

“Wkwkw… ancor benar ini Pemerintahan Pak @prabowo, publik langsung jatuhkan vonis bahwa Prabowo anti kritik,” tulis Ferry Koto.

Pendukung Prabowo di Pilpres 2024 ini menyarankan warganet agar melakukan cek dan ricek terlebih dahulu sebelum memvonis.

“Namun, warganet perlu cek dulu sebelum vonis, siapa yg siapkan prasasti tsb. Apakah @setkabgoid Teddy, Pemprov Jakarta, atau LRT Jakarta. Dan siapa yang takedown status?” sarannya.

Adapun, Akun Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menjadi salah satu yang mengomentari terkait hebohnya kesalahan penulisan tersebut.

“Terima kasih info dan koreksinya. Mohon maaf atas kesalahan ini. PT LRT akan segera memperbaiki kesalahan ejaan ini,” demikian tertulis pada kolom komentar disertai emoji tangan tertangkup.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *