News

Erina Gudono Bagikan Kisah Kuliah Sambil Jadi Ibu, Lulus Master dan Magang UNESCO



PORTALUTAMA.NET — Erina Gudono membagikan kabar bahagia melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (25/5/2026). Menantu Joko Widodo tersebut mengumumkan bahwa dirinya telah menyelesaikan gelar master pertama di University of Pennsylvania sekaligus menuntaskan program magang di UNESCO.

Dalam unggahan tersebut, Erina tidak hanya menyoroti pencapaian akademiknya, tetapi juga perjalanan personal sebagai seorang ibu yang dijalaninya selama masa studi.

“Alhamdulillah, saya telah menyelesaikan gelar master pertama saya di Universitas Pennsylvania dan pekerjaan magang saya di UNESCO. Tetapi kebahagiaan terbesar dari perjalanan itu adalah menjadi ibu Bebingah… mengandungnya, menyambutnya ke dunia, dan membesarkannya di tengah-tengah studi saya,” tulis Erina dalam unggahan Instagramnya.

Erina Gudono Ceritakan Tantangan Menjadi Ibu Saat Studi Master

Erina mengungkapkan bahwa perjalanan akademiknya tidak selalu mudah. Ia mengaku harus menjalani berbagai malam panjang sembari mengurus sang buah hati di tengah kesibukan perkuliahan dan tenggat akademik.

Menurut Erina, putrinya yang akrab dipanggil Bebingah tumbuh bersamaan dengan perjuangannya menyelesaikan pendidikan. Bahkan, lingkungan kampus turut menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

“Ada banyak malam ketika Bebingah menemani saya sambil menyusuinya saat saya mengerjakan jurnal, tugas, dan tenggat waktu. Dia tumbuh bersama mimpi-mimpi saya, menjadi bagian dari perjalanan akademis saya juga,” tulisnya.

Ia juga menceritakan bagaimana para profesor dan teman-temannya perlahan menjadi dekat dengan sang anak dan menunjukkan perhatian besar selama proses studinya berlangsung.

Dukungan Keluarga Jadi Kunci Perjalanan Akademik Erina

Dalam unggahan itu, Erina turut menyampaikan rasa terima kasih kepada sang suami, Kaesang Pangarep, yang disebutnya sebagai pendukung terbesar sejak awal perjalanan pendidikan tersebut.

Erina menilai keberhasilannya menyelesaikan studi tidak terlepas dari dukungan keluarga dan sahabat yang terus mendampingi dalam berbagai fase, termasuk momen melelahkan selama menjadi ibu baru.

“Suami saya adalah pendukung terbesar saya sejak hari pertama dan saya benar-benar tidak akan pernah bisa cukup berterima kasih kepadanya,” tulis Erina.

Baginya, gelar master bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga simbol perjuangan, ketahanan, dan cinta yang tumbuh beriringan dengan perannya sebagai seorang ibu.

“Gelar mungkin merupakan prestasi akademis, tetapi bagi saya, itu adalah kisah tentang menjadi seorang ibu, ketahanan, dan cinta yang tumbuh bersamaan,” ungkapnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *