Danantara Wacanakan Tutup PT INTI, COO Dony Oskaria: BUMN Selama Ini Jalan Sendiri-Sendiri

PORTALUTAMA.NET, YOGYAKARTA — PT Industri Telekomunikasi Indonesia PT INTI yang berkantor di Bandung terancam ditutup. Rencana itu disampaikan Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, sebagai bagian dari evaluasi BUMN yang selama ini berjalan tanpa sistem terintegrasi.
“Kalau di Bandung itu ada PT INTI yang sangat terkenal, sekarang menghadapi persoalan, mungkin akan kita tutup juga,” ujar Dony dalam Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Sabtu 23 Mei 2026.
Dony menyebut selama ini banyak BUMN bermasalah karena mengelola diri sendiri-sendiri. Akibatnya, perusahaan pelat merah yang sehat sulit membantu BUMN yang sedang tertekan.
“BUMN sebelumnya itu berdiri sendiri-sendiri. Ini yang banyak orang tidak tahu,” katanya.
PT INTI sendiri merupakan BUMN yang berdiri sejak 30 Desember 1974 dan pernah menjadi pemain utama dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi nasional. Namun kini perusahaan itu masuk daftar BUMN yang perlu dievaluasi secara serius.
Danantara Dorong Integrasi BUMN
Pernyataan Dony muncul di tengah upaya Danantara menata ulang tata kelola BUMN agar lebih efisien. Model lama yang membuat tiap BUMN berjalan sendiri dinilai menjadi penyebab utama sejumlah perusahaan besar kehilangan daya saing.
Tanpa integrasi, BUMN yang sehat tidak bisa menopang BUMN bermasalah. Danantara ingin memutus pola itu lewat konsolidasi dan pengawasan terpusat.
Kebijakan BUMN Ekspor Prabowo Juga Jadi Sorotan
Rencana penutupan PT INTI muncul tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan BUMN ekspor melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.
Kebijakan itu mewajibkan ekspor tiga komoditas strategis—minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloys—dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal. Tujuannya memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional.
“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi, kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu 20 Mei 2026.
Harga TBS Sawit Anjlok Pascapengumuman
Sehari setelah pengumuman, harga tandan buah segar TBS sawit petani swadaya langsung merosot. Petani di berbagai grup WhatsApp melaporkan pabrik memangkas harga beli antara Rp200 hingga Rp500 per kilogram.
Di Pesisir Selatan harga TBS swadaya turun ke Rp2.380/kg. Di Sijunjung berada di kisaran Rp3.330-Rp3.370/kg. Sementara di Penajam Paser Utara, beberapa pabrik membeli di harga Rp2.710-Rp2.750/kg.
Source link
