News

2 Penjual Sate di Makassar Babak Belur Diamuk Massa usai Diduga Cabuli 4 Anak di Bawah Umur



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Dua pria penjual sate di Kota Makassar bernasib nahas. Bukannya laris dagangan, mereka justru babak belur dihajar massa yang tidak kuasa menahan amarah.

Peristiwa ini terjadi di kawasan Jalan Mangerangi, Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, Jumat (22/5/2026) malam.

Aksi main hakim sendiri tersebut dipicu oleh ulah kedua pria itu sendiri.

Warga yang geram meluapkan kemarahan setelah mengetahui bahwa para pedagang sate tersebut diduga melakukan pelecehan seksual terhadap empat orang anak di bawah umur.

Tidak hanya mengeroyok pelaku hingga babak belur, massa yang tersulut emosi juga merusak gerobak sate milik keduanya.

Suasana malam itu berubah mencekam saat amarah warga tidak terbendung.

Polisi Kewalahan Evakuasi, Massa Terus Bertubi-tubi

Aparat kepolisian dari Polsek Tamalate yang mendapat informasi segera bergegas ke lokasi.

Namun, petugas sempat kewalahan saat berusaha mengevakuasi dua pria penjual sate tersebut.

Sebab, warga yang berkerumun terus melayangkan pukulan kepada terduga pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Tamalate Makassar, Iptu Abd Latif, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa aksi pengeroyokan bermula setelah salah satu dari empat korban berani buka suara mengenai pelecehan yang dialaminya.

“Jadi warga melakukan aksi amuk kepada kedua orang ini karena diduga terjadi pelecehan seksual,” ujar Abd Latif, Minggu 24 Mei 2026.

Korban Berusia 12-13 Tahun, Trauma Berat

Korban yang masih berusia belia tersebut mengaku risih hingga mengalami trauma akibat perbuatan tidak senonoh kedua pelaku.

Mendengar penuturan yang menyayat hati dari sang anak, pihak keluarga yang tersulut api amarah langsung mendatangi lokasi tempat kedua pelaku biasa mangkal.

Dari hasil penyelidikan sementara, jumlah korban anak di bawah umur yang diduga menjadi sasaran aksi cabul oleh kedua pedagang sate tersebut mencapai empat orang.

“Jadi korbannya ada 4 orang, menurut korban itu ada 4 orang dan umurnya diperkirakan sekitar 12 tahun dan 13 tahun,” ucapnya.

Tindakan dugaan pelecehan tersebut, lanjut Abd Latif, ternyata bukan pertama kali terjadi.

Para korban sudah mengalami perlakuan serupa secara berulang dalam rentang waktu sebulan terakhir.

“Jadi modusnya itu menurut korban, sudah ada sekitar 1 bulanan,” tukasnya.

Ia membeberkan cara kedua pelaku dalam menjalankan aksi bejatnya.

Setiap kali para korban berjalan melintas di dekat tempat berjualan, kedua pelaku kerap memanggil serta melontarkan kalimat godaan yang sangat tidak pantas untuk anak seusia mereka.

Bahkan dalam beberapa kesempatan, kedua pelaku secara terang-terangan meminta para korban yang masih di bawah umur tersebut untuk melayani nafsu bejat mereka.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *