News

GRIB Jaya Bantah Kepung Rumah Ahmad Bahar, Herwin Sudikta Malah Sindir Telak: Enak Banget Jadi Preman di Indonesia



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, ikut bicara polemik yang menyeret organisasi masyarakat (ormas) GRIB Jaya terkait dugaan intimidasi terhadap Ahmad Bahar. Dia menyindir bantahan telah melakukan pengepungan rumah maupun penyanderaan putri penulis tersebut.

Baginya, tindakan yang disebut sebagai upaya tabayun justru dinilai sarat intimidasi. Blak-blakan, Herwin menyinggung cara-cara yang kerap dibungkus dengan istilah persuasif. “Emang enak banget jadi preman di Indonesia,” ujar Herwin dikutip fajar.co.id.

Ia kemudian menyinggung aksi mendatangi rumah seseorang secara beramai-ramai yang disebut sebagai tabayun. “Datang rame-rame ke rumah orang disebut tabayun,” lanjutnya.

Bukan hanya itu, Herwin juga menaruh perhatiannya pada dugaan membawa anak Ahmad Bahar ke markas ormas yang disebut sebagai langkah persuasif. “Bawa anak orang ke markas disebut persuasif,” tukasnya.

Herwin bilang, tindakan intimidasi kerap dikemas dengan istilah yang terdengar lebih halus agar seolah-olah terlihat wajar. “Intimidasi dibungkus silaturahmi. Tekanan massa dibungkus klarifikasi,” kuncinya.

Untuk diketahui, ramainya kabar dugaan penggerudukan rumah penulis sekaligus pemilik akun TikTok @pecimiringg_, Ahmad Bahar, akhirnya mendapat tanggapan resmi dari DPP GRIB Jaya.

Organisasi yang dipimpin Hercules Rosario Marshal itu membantah keras tudingan adanya aksi pengepungan maupun penyanderaan dalam insiden yang terjadi di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

GRIB Jaya Sebut hanya Tabayun

Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, mengatakan kedatangan sejumlah anggota Satgas GRIB Jaya ke rumah Ahmad Bahar semata-mata untuk meminta klarifikasi terkait konten video yang dianggap menyerang Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal.

“DPP GRIB Jaya menegaskan bahwa narasi yang menyebutkan adanya pengepungan massa terhadap rumah Ahmad Bahar sangat berlebihan dan tidak mencerminkan fakta di lapangan,” kata Marcel dalam keterangannya, Senin kemarin.

Ia menegaskan, langkah yang dilakukan pihaknya bersifat persuasif dan tidak mengandung unsur intimidasi sebagaimana yang ramai dibicarakan di media sosial. “Kedatangan perwakilan Satgas murni dilakukan secara persuasif untuk melakukan klarifikasi (tabayun) atas konten video pelaku yang secara terbuka melempar tantangan, fitnah, dan narasi ofensif yang merendahkan martabat Ketua Umum kami, Bapak H. Hercules Rosario Marshal,” ucapnya.

Marcel juga mengklaim seluruh proses yang berlangsung di lapangan dilakukan secara terbuka serta diketahui aparat lingkungan maupun kepolisian setempat. Menurut dia, sejak awal kedatangan anggota Satgas hingga proses koordinasi berlangsung, situasi tetap berada dalam pengawasan pihak terkait.

“Faktanya, sejak awal kedatangan tim di lokasi hingga proses koordinasi, seluruhnya dikawal dan didampingi langsung oleh Ketua RW setempat bahkan terdapat aparat kepolisian sebagai representasi aparat lingkungan dan menghormati hukum,” Marcel menuturkan.

GRIB Jaya pun membantah adanya tindakan melawan hukum, termasuk isu penyanderaan yang sempat viral di media sosial.

Ahmad Bahar Disebut Tinggalkan Lokasi

Dalam penjelasannya, Marcel mengungkapkan bahwa pihak GRIB Jaya sebenarnya meminta Ahmad Bahar datang ke kantor DPP GRIB Jaya guna menyelesaikan persoalan secara langsung di hadapan Hercules Rosario Marshal.

Namun, menurut Marcel, Ahmad Bahar justru meninggalkan lokasi dan sulit dihubungi.
“Sangat disayangkan, Ahmad Bahar justru memilih melarikan diri, mematikan telepon genggam, dan tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Meski telah memberikan klarifikasi, GRIB Jaya memastikan persoalan tersebut tetap akan dikawal melalui jalur hukum. Marcel menyebut pihaknya telah mengumpulkan sejumlah bukti digital terkait dugaan doxing serta intimidasi siber yang menyeret nama Hercules Rosario Marshal. (Muhsin/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *