News

Ferdinand Hutahaean Pesimistis Jalur BoP Bisa Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean, angkat bicara terkait kabar sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam relawan kemanusiaan untuk Palestina yang diduga disandera pasukan Israel saat melintas di perairan internasional Laut Mediterania.

Ia menyebut para relawan dan jurnalis yang berangkat ke wilayah konflik itu diyakini sudah memahami risiko besar yang bisa terjadi sejak awal keberangkatan mereka. Dikatakan Ferdinand, para relawan kemanusiaan yang mencoba menembus wilayah konflik Palestina-Israel tentu telah menyadari konsekuensi yang mungkin mereka hadapi.

“Ya hal begini kan menjadi sangat memprihatinkan bagi kita ya, warga negara kita juga harusnya tahu risiko yang akan dihadapi,” ujar Ferdinand kepada fajar.co.id, Selasa 19 Mei 2026.

Ia menuturkan bahwa keberangkatan para relawan dilakukan secara sadar dan dilandasi niat kemanusiaan. “Dan, saya pikir yang berangkat ini sudah tahu risiko yang mereka hadapi ketika akan menembus wilayah Palestina maupun Israel,” ucapnya.

Bahkan, Ferdinand meyakini para relawan sudah memahami kemungkinan terburuk sebelum memutuskan ikut misi tersebut. “Saya percaya mereka sudah tahu risiko apa yang akan terjadi ketika mereka memaksa untuk masuk ke daerah sana,” tukasnya.

Indonesia Sulit Berhubungan Langsung dengan Israel

Ferdinand mengakui Indonesia tentu mendukung misi kemanusiaan untuk Palestina. Namun ia menilai situasi menjadi rumit ketika relawan Indonesia diduga ditahan pihak Israel. “Kalau soal kemanusiaan memang kita tentu mendukung kemanusiaan untuk Palestina. Tetapi kalau sudah begini kan jadi susah,” bebernya.

Kata dia, keterbatasan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel membuat upaya pelacakan maupun komunikasi menjadi tidak mudah. “Kita juga pasti akan sulit mencari di mana mereka, karena kita tidak mungkin bertanya kepada Israel. Kita tidak punya hubungan diplomatik,” jelasnya.

Ia menekankan, pemerintah Indonesia kemungkinan harus menggunakan jalur negara ketiga yang memiliki hubungan baik dengan kedua negara. “Ke mana harus kita mencari mereka? Tentu kan harus melalui negara-negara pihak ketiga yang punya hubungan dengan Israel dan hubungan baik dengan kita,” imbuhnya.

Meski demikian, Ferdinand berharap para relawan Indonesia dalam kondisi aman dan dapat segera dibebaskan. Ia menegaskan para relawan datang membawa misi kemanusiaan, bukan untuk terlibat perang. “Karena mereka juga ke sana kan tidak membawa senjata, tidak untuk perang, hanya membawa misi kemanusiaan,” Ferdinand menuturkan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *