Viral! Siswi di Gowa Dijambak hingga Jilbab Terlepas, Polisi Amankan 6 Anak

PORTALUTAMA.NET, GOWA — Video dugaan aksi perundungan terhadap seorang siswi di Kabupaten Gowa mendadak viral dan memicu perhatian luas publik di media sosial.
Dalam rekaman yang dilihat fajar.co.id, korban tampak mengalami kekerasan fisik hingga jilbabnya terlepas saat terjatuh ke tanah.
Peristiwa tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gowa bersama Tim Jatanras dan Sat Intelkam Polres Gowa. Polisi juga telah mengamankan sejumlah anak yang diduga terlibat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam video yang beredar luas, korban terlihat dijambak oleh seorang remaja perempuan hingga tersungkur. Saat korban jatuh, jilbab yang dikenakannya ikut terlepas di tengah keributan.
Beberapa remaja lain tampak berada di sekitar lokasi kejadian. Ada yang mencoba melerai, namun sebagian lainnya justru merekam insiden tersebut menggunakan telepon genggam. Aksi itu sontak menuai kecaman dari warganet setelah videonya tersebar di berbagai platform media sosial.
Kanit PPA Satreskrim Polres Gowa, Ipda Nida Hanifah Djarnaji, mengatakan pihaknya langsung bergerak menindaklanjuti video viral tersebut. “Berdasarkan video yang viral ada lima orang yang kami amankan untuk diperiksa,” ujar Nida di Mapolres Gowa, Selasa 19 Mei 2026.
Namun dalam pemeriksaan lanjutan, polisi mencatat ada enam anak yang dimintai keterangan. Mereka masing-masing berinisial HI (12), AS (15), APA (13), NA (14), IF (13), dan SD (13). Sementara korban diketahui berinisial NR (12). “Pemeriksaan masih berlangsung dan penyidik masih mendalami peran masing-masing,” tukasnya.
Diduga Dipicu Salah Paham
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dugaan perundungan itu disebut bermula dari persoalan ucapan yang memicu kesalahpahaman antarsiswi. “Motifnya diduga karena kesalahpahaman akibat adanya ucapan yang tidak menyenangkan. Itu hasil pemeriksaan sementara penyidik,” jelas Nida.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di wilayah Kecamatan Bajeng pada Rabu, 13 Mei 2026 sekitar pukul 13.30 WITA. Akibat kejadian itu, korban dilaporkan mengalami luka gores di bagian leher.
Polisi menyebut korban telah menjalani pemeriksaan dan mengajukan visum untuk mendukung proses penyelidikan. “Korban juga sudah mengajukan visum dan kami masih menunggu hasilnya. Namun saat kami periksa langsung, terlihat ada luka goresan di leher korban,” bebernya.
Selain kondisi fisik, aparat juga memberi perhatian terhadap kondisi psikologis korban yang disebut masih mengalami trauma. Saat pemeriksaan berlangsung, korban didampingi langsung oleh orang tuanya.
Source link
