Jemaah Haji Indonesia Harus Jalan Kaki hingga 8 Km untuk Melontar Jumrah, Ini Antisipasi Petugas Haji

PORTALUTAMA.NET — Aktivitas ibadah berupa melontar jumrah di Jamarat bakal menguras tenaga bagi jemaah haji Indonesia. Karena itu, jemaah haji terutama lansia harus mempersiapkan diri dengan baik agar ritual tersebut berjalan dengan baik.
Koordinator Bidang Satuan Operasi Armuzna dan Linjam PPIH Arab Saudi, Harun Ar-Rasyid Usman mengungkapkan, jemaah haji yang akan melontar jumrah di Jamarat harus jalan kaki yang jaraknya terbilang jauh.
Bila dihitung dari Terowongan Mina sampai pintu Jamarat, jemaah haji akan jalan kaki minimal 4,5 km pulang pergi.
Dalam kunjungan ke tenda Mina dan Jamarat Minggu (17/5) sore Waktu Arab Saudi, tim Media Center Haji mengikuti simulasi perjalanan dari tenda mina menuju Jamarat.
Dari simulasi tersebut, diperkirakan jarak dari titik terluar tenda jemaah haji Indonesia di zona 3 Mina menuju pintu masuk jamarat lantai tiga sekitar 3 kilometer.
Dengan jarak tempuh tersebut, waktu yang dibutuhkan jemaah saat berjalan kaki adalah berkisar 40 sampai 45 menit. Namun sekali lagi, itu baru jarak dari pintu ke pintu sehingga diperkirakan waktu yang dibutuhkan bisa lebih lama lagi.
Pasalnya, belum dihitung jarak yang harus ditempuh saat jemaah beraktivitas di dalam Jamarat, yakni melontar jumrah. Juga jarak dari titik terluar tenda Mina ke tenda-tenda jemaah.
Artinya, sekali pulang pergi dari tenda Mina ke Jamarat, lalu melontar 3 jumrah dan kembali ke tenda, jamaah bisa menempuh jarak paling sedikit antara 7-8 kilometer.
Jarak tersebut berlaku bagi jemaah yang mendapat tenda di zona 3 Mina dan dalam keadaan normal, artinya tidak sampai terpisah rombongan. Bila sampai tersasar, bisa lebih panjang.
Untuk tenda, selain zona 3, jemaah haji Indonesia juga mendapat tenda di zona 5. Setiap markaz meliputi sekian tenda.
“Tergabung dalam 61 markaz, di mana ada markaz mulai dari markaz kecil ada yang di wilayah bawah, dan markaz besar di wilayah atas,” terang Harun.
Rencananya, jemaah yang mendapat tenda di zona 5 tidak akan menempati tendanya. Mereka akan menjalani program tanazul.
Artinya, setelah melontar jumrah mereka akan kembali ke hotel masing-masing yang ada di wilayah Syisyah dan Raudhah.
Hotel-hotel di dua wilayah ini hanya berjarak 2-4 kilometer dari Jamarat. Bandingkan dengan tenda Indonesia di zona 5 Mina yang berjarak sekitar 5-6 km dari pintu Jamarat.
Karena itu, program tanazul terus dimatangkan. Tujuannya agar jemaah haji Indonesia tidak menempuh jarak yang terlalu jauh untuk melontar jumrah, sehingga mengurangi risiko kelelahan. (fajar)
Source link
