News

Hotman Paris Sentil Nadiem Makarim: Jangan Pelit Bayar Pengacara Mahal



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengacara kondang Hotman Paris menyoroti langkah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Menurutnya, video dirinya saat masih menjadi kuasa hukum Nadiem hingga kini masih digunakan untuk menarik simpati publik.

“Kenapa video-video saya, waktu saya masih kuasa hukumnya Nadiem sekitar lima sampai enam bulan lalu, dipakai untuk sekarang ini untuk menarik simpati publik,” kata Hotman, dikutip dari unggahannya di Instagram, Senin (18/5/2026).

Salah satu video yang dimaksud, kata Hotman, adalah momen saat dirinya hendak bertemu Presiden Prabowo Subianto guna menjelaskan persoalan yang dihadapi Nadiem.

“Video saya waktu itu yang mau menghadap bertemu dengan Bapak Presiden untuk menerangkan kasusnya,” ujarnya.

Namun, Hotman menuding tim media Nadiem masih menggunakan video tersebut dan bahkan membubuhkan narasi seolah dirinya menantang Prabowo.

“Dan tim media Nadiem sekarang ini memakai istilah Hotman menantang Prabowo. Itu tidak benar, saya tidak pernah menantang Prabowo,” tegasnya.

Menurut Hotman, saat itu dirinya hanya ingin bertemu Prabowo sebagai sahabat sekaligus kuasa hukum Nadiem.

“Saya waktu itu minta ketemu sama beliau sebagai sahabat saya. Klien saya sangat percaya sama opini hukum saya,” katanya.

Hotman mengaku memang pernah berupaya menemui Prabowo ketika masih menjadi kuasa hukum Nadiem. Namun, kondisi saat ini sudah berbeda.

“Makanya saya berusaha untuk ketemu. Tapi itu dulu waktu saya masih sebagai kuasa hukum Nadiem, karena saya tahu Prabowo itu sangat pintar, otaknya sangat cerdas. Tapi kenapa sekarang, sesudah saya tidak jadi kuasa hukum, itu malah dipergunakan,” jelasnya.

“Tim media jangan pakai video itu lagi dong. Aku kan sudah buka kuasa hukumnya lagi,” tambah Hotman.

Jangan Pelit Bayar Pengacara

Dalam pernyataannya, Hotman juga mengingatkan Nadiem agar tidak pelit menggunakan jasa pengacara, terutama pengacara yang dinilainya memiliki kualitas tinggi.

“Yang kedua, yang mungkin akan menyesal, makanya lain kali jangan pelit-pelit sama pengacara. Pengacara-pengacara mahal itu memang mahal. Pengacara berbobot itu mahal,” ucapnya.

Hotman menjelaskan, sejak awal dirinya telah menyiapkan berbagai dokumen untuk membela Nadiem, termasuk audit dari Badan Pemeriksa Keuangan terkait proyek Chromebook.

“Di awal kasus ini saya sudah siapkan dua audit BPK. Dua tahun BPK melakukan audit terhadap Chromebook, dan audit BPK pada saat itu menyatakan harga wajar, tidak ada unsur kerugian negara, dan telah tersebar hampir di seluruh daerah Indonesia,” paparnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *