Roy Suryo Sentil IKN usai Putusan MK: Dari Dulu Saya Bilang Ini Konyol

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Pakar telematika Roy Suryo ikut menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait status Ibu Kota Nusantara (IKN).
Roy bahkan mengklaim putusan MK tersebut sudah pernah diprediksinya sejak empat tahun lalu, saat wacana pemindahan ibu kota negara mulai ramai dibahas publik.
Klaim Sudah Prediksi Sejak 2022
Roy menyebut putusan MK Nomor 71/PUU-XXIV/2026 yang dibacakan pada 12 Mei 2026 sejalan dengan prediksi yang pernah ia unggah di media sosial X (dulu Twitter) pada Juli 2022.
“Saya menegaskan bahwa hasil putusan MK sebenarnya sesuai dengan prediksi saya empat tahun lalu,” ujar Roy kepada fajar.co.id, Jumat (15/5/2026).
Ia mengatakan prediksi tersebut pernah disampaikan melalui akun media sosialnya pada Rabu, 13 Juli 2022 pukul 10.46 WIB.
Roy juga mengkritik kebijakan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke IKN Nusantara yang dimulai pada era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
“Artinya, pemindahan secara ngotot ibu kota Negara RI dari DKI Jakarta ke IKN Nusantara adalah tindakan yang sangat gegabah, alias konyol dan membagongkan,” tegasnya.
Ia menilai proyek pemindahan ibu kota justru menghamburkan anggaran negara di tengah kondisi bangsa yang menghadapi berbagai persoalan.
“Menghambur-hamburkan anggaran negara atau uang rakyat, apalagi saat Indonesia sedang dihantui krisis multidimensi dalam sepuluh tahun terakhir,” lanjutnya.
Minta Keppres Pemindahan Ibu Kota Tak Diterbitkan
Roy juga menyarankan agar Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemindahan ibu kota negara tidak diterbitkan.
“Saran saya, sewarasnya Keppres pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke IKN Nusantara tidak perlu atau tidak usah diterbitkan,” imbuhnya.
Menurut Roy, status ibu kota negara sebaiknya tetap berada di Jakarta.
“Dengan kata lain, tidak ada perubahan status ibu kota Negara RI, tetap di Jakarta,” jelasnya.
Selain itu, Roy turut menyinggung kondisi ekonomi nasional, khususnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Apalagi mengingat kondisi moneter terakhir di ambang krisis. Kurs rupiah sudah mencapai Rp17.500 per 1 dolar AS, hampir mencapai batas psikologis Rp20 ribu yang berbahaya,” terangnya.
Ingatkan Pesan ‘Jasmerah’
Lebih jauh, Roy mengingatkan pesan Presiden pertama RI, Soekarno, tentang pentingnya sejarah.
“Jangan lupa kata bijak ‘Jasmerah’ alias ‘Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah’,” ucapnya.
Ia menilai Jakarta memiliki sejarah panjang bagi perjalanan Republik Indonesia, terlebih menjelang usia ke-500 tahun pada 22 Juni 2027 mendatang.
“Karena Jakarta yang tahun depan tepat merayakan usia 500 tahun pada 22 Juni 2027 sudah terlalu banyak menorehkan cerita indah bagi republik ini,” tandasnya.
Source link
