Terjebak Loker Palsu, Mahasiswi di Makassar Disekap dan Disetubuhi, Polisi Kejar Pelaku

Korban melarikan diri dari rumah di Barombong dengan tangan terikat. Kasus kini ditangani Unit PPA Polrestabes Makassar
PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Seorang mahasiswi berinisial MR, 20 tahun, diduga menjadi korban penyekapan dan kekerasan seksual setelah tergiur lowongan kerja (loker) palsu di Makassar.
Peristiwa itu terungkap Rabu, 14 Mei 2026, setelah korban berhasil melarikan diri dari sebuah rumah di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate.
Berdasarkan keterangan polisi, MR disekap sejak Jumat, 8 Mei 2026. Ia berhasil keluar melalui jendela rumah saat terduga pelaku meninggalkan lokasi.
Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abd Latif mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga yang mencurigai adanya seorang perempuan disekap.
Awalnya Tergiur Loker Baby Sitter di Facebook
“Petugas langsung mendatangi lokasi. Saat tiba, kami menemukan seorang perempuan dengan tangan terikat,” ujar Latif, Rabu siang.
Korban kemudian diamankan dan diarahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak [PPA] Polrestabes Makassar untuk membuat laporan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.
Menurut keterangan awal korban, ia melamar pekerjaan sebagai baby sitter melalui Facebook. Setelah dinyatakan lulus, MR diminta datang dan menginap di rumah tersebut.
“Korban mengenal pelaku melalui Facebook. Rumah itu disewa pelaku sekitar tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu saat kejadian terungkap,” kata Latif.
Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual
Korban juga mengaku mengalami kekerasan seksual sebelum ditinggal sendirian di rumah oleh terduga pelaku.
“Ada dugaan tindak pidana kekerasan seksual berdasarkan keterangan awal korban. Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran,” jelas Latif.
Saat petugas tiba, pelaku berinisial DR, 29 tahun, sudah melarikan diri. Korban baru bisa keluar setelah pemilik kontrakan datang memeriksa rumah karena masa sewa habis.
Kasus ini kini ditangani Unit PPA Polrestabes Makassar. Polisi mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap tawaran kerja yang tidak jelas di media sosial.
(Muhsin/Fajar)
Source link
