News

Pengamat: Publik Berhak Tahu Siapa Pemilik Rekening Gendut yang Dipamerkan Prabowo



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat politik dan ekonomi, Heru Subagia, blak-blakan bicara terkait perkembangan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belakangan menjadi perhatian publik.

Di tengah tekanan ekonomi tersebut, Heru mempertanyakan munculnya seremoni penampilan uang tunai bernilai fantastis yang dipamerkan pemerintah dalam acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara.

Baginya, fenomena itu menimbulkan sejumlah pertanyaan publik terkait transparansi dan keterbukaan informasi.

Rupiah Dekati Rp18 Ribu dan IHSG Turun

Heru menekankan, situasi ekonomi saat ini sedang menghadapi tekanan serius, terutama terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan pelemahan IHSG.

“Yang menarik dalam kondisi rupiah mendekati Rp18 ribu (perdollar), dan IHSG juga sudah merosot di bawah Rp7 ribu, tetapi ada isu unik dan tentunya ini harus dipertanyakan ketika Prabowo pamer duit Rp49 T,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menyebut penampilan uang triliunan rupiah tersebut dilakukan secara terbuka di hadapan publik dan pejabat negara.

“Tentunya ini secara bombastis dipamerkan ke khalayak umum yang dihadiri juga pejabat publik lainnya,” lanjutnya.

Diungkapkan Heru, ada sejumlah indikator yang dinilai sarat nuansa politis dalam momentum tersebut.

“Yang menarik bahwa ada beberapa indikator yang sangat politis dan menimbulkan pertanyaan,” ucapnya.

Ia mempertanyakan alasan kemunculan tumpukan uang tunai bernilai fantastis di tengah kondisi ekonomi yang sedang mendapat tekanan.

“Mengapa di tengah tekanan rupiah dan IHSG, kemudian muncul fenomena uang tunai dengan nilai cukup fantastis,” tukasnya.

Transparansi dan Identitas Pemilik Rekening

Heru juga menyentil klaim bahwa uang tersebut berasal dari hasil penyitaan terkait kasus korupsi. Menurutnya, publik berhak mengetahui asal-usul dana tersebut secara terbuka.

“Saya melihat ketika negara menghadirkan tumpukan triliunan rupiah dengan mengatasnamakan hasil rampokan uang koruptor, ini mengisyaratkan pertanyaan besar juga,” katanya.

Ia mempertanyakan siapa pihak yang memiliki rekening bernilai triliunan rupiah tersebut.

“Siapa pemilik rekening triliunan rupiah tersebut hingga berulangkali Prabowo selalu bangga bisa mengejar koruptor,” timpalnya.

Heru menegaskan bahwa keterbukaan informasi kepada publik menjadi hal penting, terutama di tengah situasi ekonomi dan moneter yang disebut sedang mengkhawatirkan.

“Ada beberapa alasan yang menyangkut masalah keterbukaan informasi ke publik, ketika pertanyaan muncul,” imbuhnya.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang jelas agar tidak muncul dugaan rekayasa di balik penampilan uang triliunan tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *