Ade Armando Bongkar Kekecewaan Terhadap PSI, Singgung Sikap Partai ke Grace Natalie

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, mengungkapkan kekecewaannya terhadap arah politik partai yang pernah dibelanya.
Dalam sebuah pernyataan panjang, Ade blak-blakan bicara terkait sikap PSI saat polemik yang menyeret Grace Natalie mencuat ke publik.
Ia menilai keputusan partai yang disebut tidak memberikan bantuan hukum kepada Grace menjadi salah satu titik yang membuat kepercayaannya terhadap PSI menurun.
Dikatakan Ade, Grace saat itu berbicara sebagai representasi partai, bukan atas nama pribadi.
Sikap PSI Terhadap Grace Natalie
Ade mengaku heran ketika PSI disebut menyatakan persoalan yang dihadapi Grace merupakan urusan pribadi sehingga tidak akan mendapat bantuan hukum dari partai.
“Dan ketika dia kemudian digugat, diadukan, dilaporkan, tiba-tiba saja PSI menyatakan, atau ketua hariannya PSI menyatakan, gak akan ada bantuan hukum buat Grace karena itu urusan pribadi,” ujar Ade dikutip fajar.co.id, Kamis 14 Mei 2026.
Ia menegaskan Grace tidak pernah menyatakan dirinya berbicara secara personal.
“Buat saya itu, Grace sendiri kan gak pernah bilang bahwa itu urusan pribadi dia,” Ade menuturkan.
“Dia bicara sebagai seorang, saya lupa, dia di Dewan Pembina, tapi sebagai apa saya lupa. Dia she represents PSI pada dasarnya,” tambahnya.
Sikap partai tersebut disebut Ade menjadi pukulan besar bagi dirinya. Ia mengaku mulai kehilangan kepercayaan terhadap PSI.
“Dan kemudian tiba-tiba saya dikatakan gak akan dibantu. Buat saya itu, ya mungkin tamparan kedua ya,” ucapnya.
Ade menyebut kejadian itu membuat keyakinannya terhadap partai perlahan menurun.
“Saya betul-betul kayak kehilangan arah gitu, bukan kehilangan arah, kehilangan, mungkin gak sampai hilang, tapi menurun kepercayaan saya terhadap PSI,” tukasnya.
Ia menegaskan kritik tersebut bukan karena dirinya sudah keluar dari partai. Menurutnya, jika masih aktif di PSI pun ia tetap akan menyampaikan protes.
“Ini saya ngomong begini bukan karena saya udah mundur ya, tapi kalau saya masih benar di sana, saya juga akan ribut,” imbuhnya.
Tekanan agar Keluar dari PSI
Ade juga mengungkap adanya suara-suara di internal partai yang menginginkan dirinya tidak lagi berada di PSI.
Ia mengaku mendengar kabar bahwa keberadaannya dianggap mengganggu upaya ‘rebranding’ partai.
“Saya itu adalah orang, sosok yang jadinya mengganggu. Rebranding-nya PSI, yang sampai sekarang saya juga belum paham tuh,” bebernya.
Ade menyebut dirinya dianggap tidak cocok dengan strategi partai untuk menarik pemilih muslim.
“Tapi untuk bisa meningkatkan diri pada pemilih-pemilih muslim misalnya. Nah itu dikatakan bahwa saya sebaiknya tidak lagi berada di PSI,” lanjutnya.
Source link
