News

Syukur Mandar Sentil Purbaya: Pembantu Presiden Jangan Mimpi Jadi Presiden



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Presiden Gerakan Oposisi M Syukur Mandar angkat bicara soal pencopotan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Lewat salah satu podcast di Channel YouTube Sinkos Indonesia, Syukur Mandar menyampaikan pandangan yang terbilang kritis.

Ia mengaku tidak tertarik untuk membahas soal pencopotan Purbaya dan lebih tertarik untuk membahas Presiden Prabowo Subianto.

Alasannya, Presiden Prabowo adalah orang yang punya hak atau otoritas melakukan perubahan di Indonesia.

“Saya tidak tertarik bicara soal orang. Yang saya tertarik adalah bicara soal Presiden,” kata Syukur Mandar.

“Karena dia satu-satunya yang punya otoritas melakukan perubahan di negeri ini, selebihnya pembantu Presiden,” sebutnya.

Soal pencopotan Purbaya, ia menyebut seorang pembantu Presiden tidak boleh bertindak melampaui kapasitas tersebut.

“Jadi kalau ada orang, membantu Presiden bermimpi seperti Presiden saya tidak berharap ke situ,” jelasnya.

“Jadi, kalau ada seorang pembantu Presiden bertindak seolah-olah seorang Presiden saya tidak menaruh harapan di situ,” tuturnya.

Soal Proses Rekrutmen

Lebih jauh, Syukur Mandar kemudian bicara terkait proses rekrutmen pejabat-pejabat publik di Indonesia.

Menurutnya, proses rekrutmen pejabat di Indonesia tidak berlangsung dengan baik atau sebagaimana mestinya.

Khusus soal pengangkatan menteri, hal itu berdasarkan kehendak Presiden dan rekomendasi koalisi partai.

“Yang kedua, proses rekrutmen pejabat publik di negeri ini itu semua tidak dilakukan dengan baik,” paparnya.

“Jadi proses pengangkatan Menteri itu berdasarkan kehendak Presiden dan usul koalisi partai rekomendasi,” sebutnya.

Menyambung terkait pencopotan Purbaya, Syukur Mandar menyebut hal seperti ini tidak perlu dipersoalkan.

“Jadi, kalau ada pemberhentian atau segala macam publik tidak boleh mempersoalkan itu karena kita mau fokus ke sistem,” terangnya.

“Kalau kemudian proses rekrutmen pembantu-pembantu Presiden itu harus ada untuk unjuk publik,” lanjutnya.

“Supaya setiap orang yang diminta Presiden untuk membantu dalam kapasitas, punya integritas jangan cuma isi tas,” pungkasnya.

(Erfyansyah/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *