Kombes Pol Arya Jawab Desakan Komisi III DPR RI: Kalau Ancam Nyawa Masyarakat, Perintah Saya Tembak di Tempat!

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Kapolrestabes Kombes Pol Arya Perdana, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan menembak di tempat komplotan geng motor yang kerap meresahkan warga.
Hal ini ditekankan Arya setelah pihaknya mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
“Kalau memang pelaku kejahatan itu mengancam nyawa masyarakat, perintah saya tembak di tempat,” ujar Arya di kantornya, Selasa 12 Mei 2026.
Mengingat pada 26 dan 28 April 2026 di wilayah Kecamatan Rappocini terdapat anggota Polisi diserang menggunakan busur panah oleh geng motor, Arya memberikan penegasan.
“Ada Polisi di situ, dia mengancam nyawa masyarakat di situ dengan parang atau mungkin senjata lainnya, tembak di tempat!,” Arya menuturkan.
“Juga kalau mengancam jiwa anggota Kepolisian yang sedang bertugas, tembak di tempat. Perintah saya itu,” tambahnya.
Jebolan Akpol 1998 ini bilang, jika komplotan geng motor tidak berbuat onar tapi kedapatan di Jalanan, tetap diamankan untuk pembinaan.
“Kalau memang tidak mengancam, kita melakukan upaya komplotan geng motor ini tegas tapi terukur,” tandasnya.
Minta Polisi Berani Ambil Tindakan Tegas
Sebelumnya, Ahmad Sahroni mengatakan bahwa seluruh jajaran kepolisian daerah perlu memberikan instruksi yang jelas kepada personel di tingkat Polres hingga Polsek.
Ia menekankan bahwa petugas harus memiliki keberanian mengambil keputusan cepat saat menghadapi pelaku begal di lapangan.
“Saya minta seluruh Polda menginstruksikan secara clear kepada jajaran di Polres dan Polsek, agar anggotanya berani melakukan tembakan terukur di tempat kepada para pelaku begal,” ujar Sahroni dalam keterangannya kepada fajar.co.id, Selasa 12 Mei 2026.
“Lumpuhkan mereka, amankan, lalu proses hukum dengan tegas. Karena kalau aparat terlambat sedikit saja mengambil tindakan, justru nyawa masyarakat yang bisa hilang dibunuh oleh mereka,” tambahnya.
SOP Patroli di Lapangan Disoal
Sahroni juga menekankan pentingnya penguatan standar operasional prosedur (SOP) bagi personel patroli.
Baginya, aparat di lapangan harus memiliki pedoman yang jelas agar tidak ragu saat menghadapi situasi berbahaya.
“Pasukan patroli harus dibekali SOP yang kuat agar berani mengambil keputusan di jalan,” tukasnya.
Untuk diketahui, pernyataan Sahroni ini muncul setelah meningkatnya kasus kekerasan jalanan di Makassar dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu kejadian yang menyita perhatian publik menimpa seorang bocah berusia 13 tahun bernama Hilal.
Korban harus menjalani perawatan di RSUD Daya setelah ditebas parang oleh kawanan geng motor.
Insiden itu terjadi ketika korban bersama sejumlah rekannya berusaha menyelamatkan diri dari kejaran pelaku.
Source link
