News

Dari Teluknaga untuk Masa Depan, Siswa Rayakan Hardiknas Lewat Kreativitas Digital



PORTALUTAMA.NET, TELUKNAGA — Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Sekolah Wahana Harapan Tegal Angus, Kecamatan Teluknaga, berlangsung penuh warna.

Bukan hanya upacara atau seremoni. Anak-anak datang membawa semangat untuk belajar, bertanding, dan menunjukkan kemampuan mereka di ruang digital.

Sekolah Wahana Harapan Tegal Angus berkolaborasi dengan CSR PIK2 menggelar Minecraft Education & Mobile Legends Competition. Pesertanya berasal dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA se-Kecamatan Teluknaga.

Sejak pagi, suasana sekolah sudah ramai. Peserta melakukan registrasi ulang mulai pukul 07.00 WIB.

Setelah itu, siswa Wahana Harapan menampilkan drama dan tari. Penampilan tersebut memberi sentuhan hangat dalam pembukaan acara.

Di hadapan peserta dan tamu undangan, kegiatan resmi dibuka melalui sambutan dari pihak yayasan, ketua panitia, serta perwakilan pemerintah setempat.

Camat Teluknaga dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang juga hadir dalam kegiatan itu. Kehadiran para pihak tersebut memberi dukungan moral bagi siswa yang mengikuti kompetisi.

Barongsai ikut memeriahkan suasana pembukaan. Anak-anak menyaksikan atraksi itu dengan penuh antusias.

Namun, pesan terpenting dari kegiatan ini terasa saat kompetisi dimulai. Anak-anak tidak hanya diajak bermain. Mereka diajak belajar dengan cara yang sesuai dengan zaman mereka.

Minecraft Education menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal coding. Dalam permainan itu, mereka membangun, menyusun strategi, dan menyelesaikan tantangan berbasis digital.

Setiap peserta dituntut berpikir logis. Mereka belajar memahami masalah, mencari solusi, dan menuangkan kreativitas dalam bentuk karya digital.

Bagi siswa SD dan SMP, pengalaman ini bisa menjadi pintu awal untuk mengenal dunia teknologi. Mereka melihat bahwa coding tidak selalu harus terasa rumit.

Peserta Minecraft Education, Salsabila Putri, merasa bangga bisa mengikuti lomba tersebut. Menurut dia, kegiatan itu memberi pengalaman baru yang belum sering ditemui di sekolah.

“Saya senang karena bisa belajar sambil praktik. Biasanya kalau dengar coding itu terasa sulit, tapi di sini jadi lebih mudah dipahami,” ujar Salsabila.

Ia menyebut tantangan dalam Minecraft Education membuatnya harus berpikir lebih teliti.

“Kami harus mencari cara supaya bangunan dan tugasnya selesai. Jadi tidak asal main saja,” katanya.

Sementara itu, Mobile Legends Competition untuk tingkat SMA dan SMK memberi pengalaman berbeda. Para peserta belajar tentang kerja sama tim, strategi, dan sportivitas.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *