Jokowi Pede Ingin Jadikan PSI Partai Besar, Pengamat: Jangan Mimpi Kalahkan PDIP

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat politik Nurmal Idrus menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belum realistis jika menargetkan diri untuk mengalahkan PDI Perjuangan (PDIP) dalam Pemilu 2029.
Penilaian itu disampaikan menyusul hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat elektabilitas PSI sebesar 4,1 persen.
“PSI memang masih jauh dari PDIP. Itu memang benar secara angka,” kata Nurmal kepada fajar.co.id, dikutip pada Jumat (28/8/2026).
Meski demikian, Nurmal menilai selisih elektabilitas PSI dan PDIP tidak perlu menjadi fokus utama partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep tersebut.
Menurut dia, target paling realistis bagi PSI saat ini adalah memastikan elektabilitasnya mampu bertahan di atas ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen.
“Target pertama PSI adalah melewati 4 persen secara konsisten,” ujarnya.
Nurmal mengatakan PSI perlu menjadikan capaian tersebut sebagai pijakan untuk membangun basis suara yang lebih kuat di daerah.
Ia menyebut terdapat sejumlah tahapan yang perlu dilakukan PSI sebelum bercita-cita menjadi kekuatan politik besar.
“Target kedua membangun basis suara yang nyata di daerah. Target ketiga baru mengubah posisi dari partai papan bawah menjadi partai papan tengah,” jelasnya.
Menurut Nurmal, jika ketiga target tersebut berhasil dicapai, barulah ambisi PSI untuk menjadi partai besar dan membandingkan kekuatannya dengan PDIP menjadi lebih masuk akal.
“Kalau tiga hal itu berhasil, barulah pembicaraan mengenai PSI menjadi kekuatan besar menjadi masuk akal,” katanya.
PSI Ingin Menang Besar
Sebelumnya, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyatakan elektabilitas 4,1 persen dalam survei SMRC belum sesuai dengan target politik partainya menghadapi Pemilu 2029.
Ahmad Ali mengatakan PSI tetap bersyukur atas peningkatan dukungan publik tersebut. Namun, ia menegaskan angka itu tidak boleh membuat kader berpuas diri.
“Kalau melihat angka 4,1 persen, tentu kami bersyukur karena ada pertumbuhan kepercayaan publik kepada PSI,” kata Ahmad Ali dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, capaian tersebut justru harus menjadi pemicu bagi PSI untuk meningkatkan kerja politik.
“Tetapi bagi kami, itu masih terlalu kecil. Target kami menang besar. Karena itu kerja partai tidak boleh berhenti pada hasil survei,” ujarnya.
Ahmad Ali menyebut persaingan politik menuju Pemilu 2029 akan semakin ketat. Menurut dia, masyarakat memiliki banyak pilihan sehingga partai politik harus membangun kepercayaan melalui kerja nyata.
“Lanskap politik hari ini sangat kompetitif. Publik memiliki banyak pilihan. Karena itu, tugas kami adalah memastikan PSI hadir dan bekerja di tengah masyarakat,” katanya.
Source link
