News

92 Juta Warga RI Terancam BPA dari Galon Tua, KKI: Ada yang Dipakai 11 Tahun



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) membongkar bahaya galon guna ulang berusia tua atau “ganula” yang masih bebas beredar. Sebanyak 92% konsumen melaporkan masih menerima galon tua yang berisiko meluruhkan zat kimia berbahaya Bisphenol A (BPA) ke air minum.

Ketua KKI David Tobing menyebut kondisi ini mengancam kesehatan lebih dari 92 juta penduduk. Berbagai riset menunjukkan BPA berpotensi memicu obesitas, diabetes, hingga gangguan reproduksi.

“Berdasarkan data BPS, 34% rumah tangga Indonesia minum air galon. Itu lebih dari 26 juta rumah tangga. Dari pengaduan yang masuk, bisa diperkirakan 92 juta penduduk terancam BPA,” kata David dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.

Temuan KKI: Galon 11 Tahun Masih Dipakai, Kondisi Lusuh-Retak

Temuan ini hasil pemantauan intensif KKI selama 3 tahun. Pada 2024, KKI survei 450 responden. Lalu 2025 investigasi langsung ke puluhan agen dan toko kelontong di Jabodetabek. Terakhir, KKI buka Kanal Pengaduan Konsumen sepanjang Maret–April 2026.

“Dari 250 pengaduan dari tujuh kota besar, mayoritas memvalidasi mereka masih minum dari galon berusia di atas 1 tahun atau ganula,” jelas David.

KKI bahkan mengantongi bukti foto galon produksi 2015 yang artinya sudah 11 tahun masih beredar untuk air minum. “Miris. Di sekitar Jakarta, galon usia 10 tahun atau 5 tahunan ke atas itu banyak. Galon ini sudah beredar ke mana-mana,” papar David.

Seiring menua, kondisi galon makin memprihatinkan. Sebanyak 30% konsumen melaporkan galon kotor, lusuh, atau kusam. Lalu 18% retak, dan 2% penyok. “Temuan kuncinya: makin tua usia galon, makin beragam keluhannya,” tegas David.

Diangkut Bak Terbuka, BPA Makin Cepat Luruh

Risiko paparan BPA diperparah distribusi yang buruk. “Kalau lihat di Tol Jagorawi, galon kosong ke Bogor pakai bak terbuka. Galon isi juga bak terbuka,” kata David.

Padahal pakar polimer Universitas Indonesia menegaskan, paparan sinar matahari, pencucian kasar, dan usia pakai terlalu lama adalah pemicu utama peluruhan BPA. Pakar merekomendasikan batas aman galon polikarbonat maksimal 1 tahun atau 40 kali isi ulang.

Eropa Sudah Larang Total, RI Baru Wajib Label 2028

David mendesak aturan pembatasan masa pakai galon. Pasalnya, Uni Eropa sudah tegas melarang total BPA dalam bahan kontak pangan efektif per Juli 2026. Larangan itu menyusul temuan Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) soal bahaya paparan kronis BPA.

Sementara di Indonesia, BPOM masih memperbolehkan BPA dan baru mewajibkan label peringatan dengan tenggang waktu hingga 2028. “Di Eropa, galon BPA sudah dilarang Juli tahun ini. Sayangnya di Indonesia, label baru wajib 2028. Selain itu, ada kekosongan regulasi masa pakai,” sorot David. (*)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *