Disindir Pedas Habib Rizieq, Dudung: Narasi Presiden “Pergi ke Yaman” Bukan dari Saya

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, angkat bicara menanggapi pernyataan Habib Rizieq Shihab yang sempat menyinggung dirinya dalam sebuah tayangan video.
Dudung menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki persoalan pribadi dengan Rizieq.
Ia juga membantah narasi yang mengaitkan dirinya dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang belakangan ramai diperbincangkan.
“Sekarang ramai seakan-akan bahwa saya jadi KSP, kemudian akhirnya narasi dari Bapak Presiden itu muncul. Ya, itu bukan dari saya,” ujar Dudung, dikutip fajar.co.id, Rabu (6/5/2026).
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas komentar Rizieq dalam kanal YouTube Islamic Brotherhood Television yang menyinggung pidato Presiden Prabowo terkait WNI yang menyebut “Indonesia Gelap”.
Seperti diketahui, Rizieq menyebut adanya sosok “Jenderal Baliho” yang diduga memengaruhi ucapan Presiden.
Julukan tersebut diarahkan kepada Dudung, merujuk pada peristiwa penertiban baliho saat ia menjabat sebagai Pangdam Jaya.
Menanggapi hal itu, Dudung menjelaskan bahwa langkah penurunan baliho pada 2020 dilakukan dalam konteks penegakan aturan, terutama setelah Front Pembela Islam dibubarkan pemerintah.
Ia menganggap saat itu terdapat narasi yang berpotensi mengganggu persatuan nasional, termasuk ajakan yang dinilai provokatif di tengah masyarakat.
Dudung juga menepis anggapan bahwa posisinya sebagai Kepala KSP berkaitan dengan berbagai narasi politik yang disampaikan Presiden Prabowo.
Ia menegaskan dirinya tidak berada di balik isu-isu sebagaimana yang disampaikan Rizieq.
Lebih jauh, Dudung mengajak seluruh tokoh bangsa, termasuk Rizieq, untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif di tengah tantangan global.
Baginya, peran ulama seharusnya membawa kesejukan, bukan memicu ketegangan.
“Marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, tidak saling memfitnah, tidak saling mencurigai,” kata Dudung.
Mantan KSAD itu menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional, terutama di tengah dinamika ekonomi dan politik global yang sedang dihadapi banyak negara.
Dudung juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi provokatif maupun kabar yang belum tentu benar.
“Saya yakin dengan Pancasila yang mempersatukan bangsa ini. Saya yakin rakyat Indonesia akan tetap bertahan, serta menjaga agar isu-isu dan berita hoaks yang mengganggu stabilitas nasional bisa ditangkal,” imbuhnya.
Sebelumnya, dalam tayangan video di kanal YouTube Islamic Brotherhood Television, Rizieq mengaku heran dengan pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut opsi “pergi ke Yaman”.
Source link
