News

Soal Video Viral Amien Rais, Idrus Marham: Tabayyun Itu Wajib, Jangan Asal Tuduh



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik video viral yang melibatkan Amien Rais menuai respons dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham.

Ia menilai, pernyataan yang disampaikan terhadap Presiden Prabowo Subianto mencerminkan kurangnya penerapan prinsip tabayyun atau verifikasi dalam menyampaikan informasi ke publik.

“Saya seperti disambar petir di siang bolong. Dulu komunikasi beliau dengan Pak Prabowo sangat intens dan solid,” ujar Idrus dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

Kedekatan Lama Dipertanyakan

Idrus menyoroti hubungan lama antara Amien Rais dan Prabowo yang telah terjalin sejak era Koalisi Merah Putih 2014.

Menurutnya, relasi tersebut bukan sekadar hubungan politik biasa, melainkan dibangun atas dasar kepercayaan dan komunikasi yang erat.

“Karena itu saya bertanya, ke mana perginya semangat silaturahmi itu? Mengapa tidak bertabayyun sebelum menyampaikan tudingan serius ke publik?” katanya.

Tabayyun Bukan Sekadar Cek Fakta

Dalam penjelasannya, Idrus menegaskan bahwa tabayyun memiliki makna lebih luas dari sekadar klarifikasi biasa.

Prinsip ini mencakup:

  • Verifikasi kredibilitas sumber (tatsabbut)
  • Pemeriksaan isi informasi
  • Konfirmasi kepada pihak terkait
  • Menahan diri sebelum menyebarluaskan informasi

“Tanpa itu, kita berisiko terjebak dalam disinformasi bahkan fitnah,” tegasnya.

Apresiasi Langkah Komdigi

Idrus juga mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital yang melakukan penurunan konten (take down) terhadap video yang dinilai bermasalah.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa langkah tersebut bersifat administratif, bukan pidana.

Konten tersebut dinilai mengandung:

  • Narasi fitnah
  • Serangan personal
  • Ujaran kebencian terhadap Presiden

“Ini bukan soal membungkam kritik, tetapi menjaga ruang publik dari konten yang mengandung disinformasi,” ujar Idrus.

Kritik Harus Bertanggung Jawab

Idrus menegaskan bahwa kritik tetap merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, kebebasan berpendapat harus disertai tanggung jawab dan etika.

“Kalau ingin menjadi moralis sejati, tabayyun itu wajib. Tanpa itu, kritik bisa berubah menjadi fitnah,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam budaya viral tanpa verifikasi.

“Jangan kejar viral. Viral itu sesaat, tapi dampaknya bisa panjang. Mari biasakan tabayyun agar ruang publik tetap sehat,” pungkasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *