BusinessNews

Bio Farma Diminta Kembali Jadi BUMN Fokus Riset dan Pengembangan Vaksin


Badan Pengaturan (BP) BUMN dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendorong PT Bio Farma (Persero) untuk kembali ke mandat utamanya, yakni bidang riset, dan pengembangan vaksin. Bio Farma pun diminta untuk memperluas pasar produk kesehatan Indonesia ke tingkat global.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, transformasi Bio Farma perlu diarahkan pada penguatan kembali perusahaan dalam menciptakan produk sendiri. Bio Farma juga diarahkan untuk mengembangkan produk sendiri, dan tidak hanya sebagai pihak yang memproduksi vaksin miliki perusahaan lain.

“Sebetulnya mandatnya Bio Farma itu memang membuat vaksin. Cuma lama enggak nambah-nambah produk saja. Jadi mereka jadi pabrik vaksin orang. Sekarang kita mau balikin lagi,” kata Dony dalam keterangan resminya pada Rabu (16/9).

Dalam 2 tahun terakhir, kata Dony, Indonesia telah menyebarkan teknologi yang dikembangkan ke sejumlah negara. Untuk itu, BP BUMN mengarahkan Bio Farma untuk memperluas produk-produknya ke sejumlah negara di Afrika.

Upaya tersebut, kata Dony, menjadi bagian dari transformasi Bio Farma dalam memperkuat kemampuan riset dan pengembangan. Juga menghasilkan produk-produk baru, sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan Indonesia di pasar internasional.

Dengan proses peninjauan ulang pada riset dan pengembangan, kata Dony, pihaknya berharap Bio Farma mampu menciptakan produk sendiri. Dan, memperkuat kemandirian, serta ketahanan kesehatan nasional.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *