News

Bawa Parang ke Lokasi Demo, Oknum Mahasiswa di Makassar Ditangkap Polisi



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Oknum mahasiswa di Kota Makassar harus berurusan dengan polisi setelah kedapatan membawa senjata tajam saat ikut aksi unjuk rasa May Day 2026.

Berdasarkan informasi yang didapatkan fajar.co.id, oknum mahasiswa tersebut berinisial MF (20).

Kasubdit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, mengatakan bahwa oknum mahasiswa tersebut membawa parang dan badik dalam tas ranselnya.

“Jadi pelaku ini membawa senjata tajam tanpa izin berupa satu badik dan parang di bawah sadel motornya,” ujar Supriadi, Jumat (1/5/2026).

Dikatakan Supriadi, oknum mahasiswa itu diamankan di sela-sela berlangsung unjuk rasa sekitar pukul 14.20 Wita.

Ditemukan di Jok Motor

Saat bergabung dengan massa lainnya di Fly Over Jalan AP Pettarani, oknum mahasiswa salah satu kampus negeri di Makassar ini berkendara secara ugal-ugalan dan dengan gerak-gerik mencurigakan bersama teman-temannya.

“Saat anggota melakukan pemeriksaan badan dan kendaraan kemudian didapati didalam Jok motor badik dan parang,” ungkapnya.

Dituturkan Supriadi, pihaknya langsung mengamankan oknum mahasiswa tersebut dan membawanya ke Polrestabes Makassar untuk proses lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan, ratusan massa aksi dari kaum buruh dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Flyover, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat (1/5/2026).

Pantauan fajar.co.id di lokasi, massa aksi terbagi menjadi dua. Tepat di bawah flyover kaum buruh menyuarakan aspirasinya dengan membawa tiga mobil komando.

Sementara di sisi lainnya, sekitar 15 meter puluhan mahasiswa juga menggelar aksi serupa dan membawa sejumlah tuntutan lain.

“Lawan perbudakan berkedok mitra kerja, outsourcing magang,” tulis massa aksi dalam spanduk yang mereka bawa.

Pengunjuk Rasa Minta Jaminan Kesejahteraan Buruh

Salah satu orator di atas mobil komando menegaskan, pemerintah harus memberikan jaminan kesejahteraan kepada buruh.

“Kami ini masih menghadapi berbagai macam persoalan mendasar untuk bertahan hidup,” teriak orator tersebut.

Ia menegaskan bahwa saat ini eksploitasi kerja, upah murah, hingga PHK sewenang-wenang semakin longgar.

“Bahkan kriminalisasi sudah menjadi hal yang sering disaksikan. Ini tidak lepas dari kebijakan rezim. Pemerintah melakukan pendekatan sekuritisasi dengan menempatkan militer di ranah sipil,” cetusnya.

MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi Perhatian Massa

Selain itu, ia juga menyinggung program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pemerintah saat ini telah menghamburkan uang pajak untuk program MBG, senilai Rp355 triliun,” timpalnya.

Selain itu, ia juga menaruh perhatiannya pada program lainnya, Koperasi Desa Merah Putih yang juga telah meraup anggaran jumbo.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *