News

Kapal Tanker Honour 25 Dibajak Perompak Somalia, Kapten Asal Gowa Disandera, Keluarga Minta Bantuan Presiden



PORTALUTAMA.NET — Sebuah kapal tanker Honour 25 dilaporkan dibajak oleh perompak bersenjata di perairan Somalia. Dalam insiden tersebut, kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Ashari Samadikun, turut menjadi korban penyanderaan bersama sejumlah awak kapal lainnya.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran keluarga korban di Indonesia yang kini berharap adanya intervensi cepat dari pemerintah, termasuk Presiden RI, untuk menyelamatkan para sandera.

Informasi awal pembajakan diketahui dari pesan suara (voice note) yang dikirim langsung oleh kapten kapal kepada istrinya, Santi Sanaya.

Dalam pesan tersebut, Ashari mengabarkan bahwa kapal yang dinakhodainya diserang perompak di tengah laut Somalia.

“Suami saya kirim voice note, bilang kapalnya diserang bajak laut,” ujar Santi.

Komunikasi terakhir berlangsung pada Selasa (21/4/2026) malam sekitar pukul 19.30 WITA. Setelah itu, kontak dengan korban sempat terputus total selama beberapa waktu.

Beberapa hari kemudian, keluarga akhirnya bisa kembali berkomunikasi melalui video call. Dalam percakapan itu, terlihat kondisi kapten berada di bawah pengawasan ketat perompak bersenjata.

“Tidak seperti disekap, tapi dikelilingi perompak. Senjata juga ada di sekitar mereka,” ungkap Santi.

Kapal tanker Honour 25 diketahui membawa total 17 awak, dengan empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Para perompak dilaporkan menaiki kapal secara paksa dan langsung menodongkan senjata ke arah kru. Situasi mencekam terjadi saat seluruh awak dipaksa menyerah.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *