News

85 Persen Akun Medsos Bela Ibam, Drone Emprit Ungkap Ketakutan Talenta Digital Bantu Negara



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kasus Ibrahim Arief alias Ibam terus menyita perhatian publik. Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi menyebut perkara itu bukan sekadar persoalan hukum.

Hal tersebut diungkapkan Ismail dalam unggahannya di Facebook. Dia menceritakan kisah lamanya di Belanda.

Saat itu, ia sedang bersiap pulang ke Indonesia setelah lama studi dan bekerja di Amsterdam. Dalam momen itu, seorang anak muda datang ke rumahnya, dia Ibrahim Arief atau Ibam.

“Mas, apa yang membuat Mas ingin pulang ke Indonesia? Dan kalau anak muda seperti saya, yang sedang berkarier di luar, apakah harus pulang juga?”

Ismail menjawab apa adanya. Ia merasa Indonesia yang sedang membangun justru lebih membutuhkan kontribusinya.

Namun, nasihatnya kepada Ibam berbeda. Ia mendorong anak muda seperti Ibam berkarya dulu di luar negeri.

Ismail menyarankan agar pengalaman dan jaringan dikumpulkan lebih dulu. Setelah itu, keputusan pulang diserahkan pada suara hati.

Pada akhirnya, Ibam memilih pulang. Dia menolak tawaran dari Facebook UK yang bernilai Rp5,1 miliar per tahun.

Menurut Ismail, keputusan itu bukan langkah kecil. Ibam memilih mengabdi pada digitalisasi pendidikan Indonesia.

Namun kini, jalan itu justru membawanya ke kursi terdakwa. Ibam dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp16,9 miliar dalam kasus pengadaan Chromebook Kemendikbudristek.

“Saya menulis artikel ini karena saya merasa wajib,” ujarnya.

Ia menekankan, tulisannya bukan pembelaan personal. Fokusnya adalah dampak yang jauh lebih besar dari nasib satu orang.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *