Said Didu soal Ambulans Antre Angkut Korban Keracunan MBG: Semoga Presiden Melihat

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Sekretaris BUMN sekaligus aktivis sosial, Muhammad Said Didu menaruh harapan besar kepada Presiden Prabowo Subianto terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Said Didu berharap Ketua Umum Partai Gerindra itu segera melakukan evaluasi total terhadap jalannya program MBG, yang telah mengakibatkan puluhan ribu siswa di Indonesia mengalami keracunan massal.
“Semoga Bapak Presiden bisa melihat dan lakukan evaluasi keras thdp pelaksanaan MBG,” kata Said Didu merespons video puluhan ambulans berjejer saat menunggu untuk mengevakuasi siswa korban MBG yang keracunan massal.
Respons Said Didu itu terhadap video yang diunggah pengguna media sosial @RagilSemar, yang memperlihatkan sejumlah ambulan yang akan mengangkut siswa SMP di Pati.
“DUKA DERITA SISWA INDONESIA
Ini bukan jambore mobil ambulans..
Ini keracunan MBG di SMP Gembong, Pati,” tulis akun tersebut sebagai keterangan video unggahannya.
Dia bahkan menilai kasus keracunan siswa itu sebagai wujud kesalahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Said Didu bahkan menyebutnya SPPG meracuni anak sekolah dengan menu MBG.
“Tiap hari SPPG meracun anak-anak pake uang negara dan mereka yg untung,” tegas Said Didu.
Diketahui, ratusan siswa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG pada Rabu (9/9/2026). Para siswa itu mengonsumsi MBG sehari sebelumnya, namun gejala keracunan baru dirasakan pada malam hari hingga keesokan harinya.
Berdasarkan data dari pemerintah setempat, jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan akibat MBG tersebut mencapai 231 siswa. Mereka mengalami gejala seragam seperti pusing, mual, mulas, diare, dan gangguan pencernaan.
Siswa tersebut tidak berasal dari satu sekolah, namun dari sejumlah sekolah di Kecamatan Gembong. Sekolah terdampak dengan jumlah siswa terbanyak dari MTsN 3 Pati sebanyak 127 siswa dan SMPN 1 Gembong sebanyak 103 siswa.
Selain ratusan siswa yang mengalami dugaan keracunan, juga terdapat 13 guru SMPN 1 Gembong juga mengalami hal yang sama.
Laporan menyebutkan, menu makanan yang dibagikan SPPG pada hari itu berupa nasi bakar, ayam suwir, telur ceplok, orak-arik tempe, lalapan, kerupuk udang, dan semangka. Menu tersebut diketahui tiba di sekolah sekitar pukul 11.30 WIB.
Wakil Bupati Blora Usul Penutupan SPPG
Terkait peristiwa keracunan massal itu, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini berjanji akan meminta dapur yang melayani sekolah tersebut dan mengakibatkan keracunan massal akan diusulkan untuk ditutup.
Penutupan dapur SPPG Sukorejo 2 setelah ratusan siswa SMAN 1 Tunjungan mengalami gejala keracunan.
Source link
