Kasus Payment Gateway Diungkit Lagi, Denny Indrayana: Modus Lama Pak Jokowi!

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), Denny Indrayana, melontarkan sindiran keras kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) setelah perkara dugaan korupsi payment gateway yang sempat menjeratnya kembali menjadi sorotan publik.
Denny menanggapi permohonan praperadilan yang diajukan oleh Tim Hukum Merah Putih (THMP) bersama kelompok relawan Garuda 08 yang merupakan pendukung pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gugatan tersebut resmi didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (21/10/2026).
Melalui unggahan di akun X miliknya, Denny menilai langkah hukum tersebut bukan sekadar perkara biasa, melainkan bentuk serangan balik terhadap sikap kritis yang selama ini ia tunjukan kepada Jokowi maupun Gibran. Ia juga menyindir dugaan penggunaan kekuasaan untuk mempermainkan proses hukum.
“Ah, Modus lama, Pak Jokowi. Bapak tidak ada strategi yang lain ya? Bisanya kok selalu menggunakan tangan-tangan kuasa untuk mempermainkan hukum,” kata Denny, dikutip dari akun X miliknya, Senin (26/10/2026).
Di sisi lain, pihak pemohon menyatakan bahwa gugatan praperadilan ini dilayangkan demi mendapatkan kepastian hukum atas perkara yang dinilai telah berlarut-larut tanpa kejelasan ujung pangkalnya selama hampir satu dekade terakhir. Langkah ini pun otomatis kembali menyeret kasus payment gateway ke ruang publik.
Sebagai informasi, perkara hukum yang pernah menjerat Denny Indrayana berkaitan erat dengan proyek sistem pembayaran pembuatan paspor elektronik di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM pada tahun anggaran 2014 silam. Ketika proyek kontroversial tersebut berlangsung, Denny masih aktif menjabat sebagai wakil menteri.
Hingga kini, perbedaan pandangan terus mencuat di ruang publik. Pihak pemohon tetap menekankan pentingnya asas kepastian hukum dalam penuntasan perkara, sementara Denny memandang langkah hukum tersebut sebagai bagian dari pola sistematis yang menyasar pihak-pihak pengkritik kekuasaan.
(zak/fajar)
Source link
