News

Asal-usul Keris Nogososro dan Mitos Kekuatannya bagi Pemilik Senjata Tradisional Jawa



PORTALUTAMA.NET – Di balik kejayaan Imperium Majapahit, tersimpan sebuah legenda tentang senjata pamungkas yang tidak hanya berfungsi sebagai alat perang, tetapi juga tameng spiritual kerajaan. Keris Nogososro, pusaka berluk 13 yang melegenda, hingga kini masih dianggap sebagai kasta tertinggi dalam dunia perkerisan Jawa.

Diciptakan di era pemerintahan Raja Brawijaya V (1466–1478), pusaka ini merupakan mahakarya dari tangan dingin Mpu Supo Mandrangi (Mpu Sedayu). Bukan sekadar besi aji, Nogososro adalah simbol kedaulatan yang lahir di tengah kemelut politik dan bencana yang melanda bumi Majapahit.

Secara visual, Keris Nogososro adalah mahakarya seni tempa yang tak tertandingi. Memiliki luk 13, keris ini melambangkan pencapaian spiritual tertinggi. Ciri khas yang paling menonjol adalah guratan motif naga yang membentang dari pangkal hingga ujung bilah, dengan bagian mulut naga yang menggigit sebongkah batu intan murni.

Secara filosofis, naga tersebut memiliki 1.000 sisik emas yang bukan sekadar hiasan. Setiap sisik diyakini sebagai doa dan perlindungan terhadap 1.000 marabahaya atau bencana (bala) yang mengancam stabilitas kerajaan. Keberadaan emas dan berlian pada bilahnya mempertegas bahwa pusaka ini hanya layak digenggam oleh seorang penguasa sejati.

Lahir dari Prahara: Misi Penyelamatan Kerajaan

Sejarah mencatat, pembuatan Nogososro bermula saat Majapahit berada di titik nadir. Perang saudara yang melelahkan, masa paceklik yang mencekik rakyat, hingga pemberontakan dari kerajaan bawahan seperti Blambangan, membuat situasi politik sangat goyah.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *